Satu Truk Isi Ribuan Dus Aqua Terbakar

 
MALANG - Kendaraan truk tronton, L 8370 UJ, bermuatan ribuan dus botol Aqua, Sabtu (24/3) malam terbakar di jalan Dr. Sutomo, Desa Turirejo, Lawang. Truk terbakar saat perjalanan menuju Malang. Dugaan sementara, kebakaran akibat korsleting listrik.
“Namun untuk kepastiannya, masih kami dalami dan selidiki lagi,” ungkap Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Hadi Puspito.  Peristiwa kebakaran tersebut, sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Terutama kendaraan dari arah Surabaya menuju Malang. 
Pasalnya, ketika terbakar keberadaan truk tronton tersebut persis di tengah jalan. Truk itu diketahui milik Armada PT. Bali Jaya Trasindo-Pandaan, Pasuruan. Truk dikemudikan Suyono, 56, warga Jalan Tanjungsari, Desa Kepuharjo, Karangploso. 
Kendaraan berangkat dari pabrik Aqua Tirta Investama, Pandaan, Pasuruan. Truk tronton itu bermuatan 1.120 dus botol aqua kemasan 1500 ml. Sedianya muatan ratusan dus Aqua itu, akan dikirim ke distributor aqua PT. Padma di Jalan Raya Karangpandan, Pakisaji. 
Sebelum berangkat ke lokasi tujuan, kendaraan truk sebetulnya dalam kondisi stabil. Sama sekali tidak ada kendala dengan mesinnya. Tetapi begitu melintas di lokasi sebelum jembatan fly over Lawang, tiba-tiba muncul percikan api di kabin bawah sopir. 
Percikan api itu, langsung membakar sebagian kabin dan mengeluarkan asap tebal. Suyono yang mengetahui langsung menghentikan truk, dan berusaha untuk memadamkannya. Namun bukannya padam, api malah semakin membesar dan membakar badan truk. 
Warga sekitar yang mengetahui, ikut membantu memadamkan dengan air seadanya. Tetapi tetap saja api tak kunjung padam. Kobaran api baru berhasil padam sekitar sejam kemudian. Setelah mobil PMK Kabupaten Malang, datang ke lokasi untuk memadamkan api. 
Namun kondisi badan truk sudah ludes terbakar. Kendati tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian akibat kejadian itu cukup besar sekitar Rp 100 juta lebih. Baru setelah api sudah benar-benar padam, kendaraan dari utara ke selatan mulai normal. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...