Lepas Dari Tuntutan, Apeng Menangis Bahagia

 
MALANG – Timotius Tonny Hendrawan Tanjung alias Apeng menitikkan air mata kebahagiaan saat mendengar putusan hakim yang dipimpin Rightmen MS Situmorang, sore kemarin. Dalam sidang putusan kasus dugaan penipuan penggelapan yang menjerat warga Puri Palma V Pandanwangi itu, Rightmen memutus Apeng lepas dari segala tuntutan.
Begitu mendengar putusan hakim di PN Malang, air mata Apeng pun tak lagi bisa dibendung. Adiknya Ayin, serta istrinya Irma Sagita pun langsung menangis terisak ketika Rightmen mengetuk palu tanda Apeng lepas dari segala tuntutan (onslag) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadi Riyanto SH dan Trisnaulan Arisanti SH.
Putusan dari Rightmen, sekaligus menegaskan bahwa perkara antara Apeng dan kakak iparnya Chandra Hermanto, bukanlah perkara pidana melainkan kasus perdata utang piutang. Dengan gemetar, Apeng mengucapkan terimakasih kepada hakim yang memutus perkaranya.Satu per satu, Apeng memeluk para anggota keluarganya yang hadir. Apeng juga memeluk erat Sumardhan SH, kuasa hukumnya yang mengawal sejak awal persidangan sampai sekarang.
“Saya bersyukur dan berterimakasih sebesar-besarnya kepada hakim, ternyata masih ada keadilan bagi kita orang yang tidak tidak berdaya,” ungkap Apeng dengan bercucuran air mata kepada wartawan.
Matanya yang sembab pun seakan mewakili drama panjang yang menguras energi, pikiran dan waktunya selama menanti keputusan hakim. Sumardhan menyatakan keputusan hakim menegaskan argumentasi hukum yang disampaikan sejak awal drama panjang ini dimulai. Menurut pengacara dari kantor advokat Edan Law itu, hakim menyadari duduk perkara kasus ini tidak mengandung unsur pidana.
“Hakim jelas mengatakan ini tidak ada unsur tindak pidana. Karena semuanya berawal dari pinjam meminjam, utang piutang,” ungkapnya. 
Mardhan pun berharap JPU mempertimbangkan matang-matang haknya terkait kasus ini. Karena Rightmen memutus perkara ini sebagai onslag, upaya banding dan peninjauan kembali tak bisa dilakukan.
Namun, jika JPU tidak menerima keputusan hakim, maka bisa langsung berperkara di tingkat kasasi Mahkamah Agung. Mardhan menyebut, kliennya sendiri akan segera mengurus Pembebasan Bersyarat (PB) dalam waktu dekat untuk bisa kembali berkumpul dengan anggota keluarganya.(fin/jon)

Berita Lainnya :