Minta Dana ADD Diaudit


 
MALANG - Masyarakat Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, terus mencari keadilan. Setelah berkirim surat ke Polres Malang, menagih perkembangan penyidikan kasus dugaan penyelewengan ADD 2013 - 2014 yang dilakukan Kades Druju Mujiono, kemarin giliran berkirim surat ke Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur di Surabaya. 
Dalam surat yang ditandatangani perwakilan beberapa warga tersebut, meminta BPKP Jawa Timur untuk turun ke Desa Druju. Melakukan audit penggunaan anggaran ADD tahun 2015, 2016 dan 2017. Pasalnya ada dugaan, selama tiga tahun tersebut penggunaan ADD tidak terserap semuanya. 
"Seperti janji kami sebelumnya, bahwa kami akan meminta BPKP Jatim untuk melakukan audit. Kami yakin bahwa juga ada penyalahgunaan dalam penggunaan ADD 2015, 2016 dan 2017," ungkap Rachman Sulaiman, SH, pengacara warga Desa Druju. 
Menurutnya, surat permohonan dilakukan audit tersebut, akan dikirim langsung ke kantor BPKP Jatim bersama dengan perwakilan warga. Masyarakat juga akan sekaligus menyampaikan, permasalahan yang terjadi di Desa Druju tersebut. 
"Pemerintah mengalokasikan ADD untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tetapi pada kenyataannya, di Desa Druju ada pos anggaran yang tidak terserap," ujarnya. 
Diantaranya adalah pengadaan fasilitas seragam Linmas, pembiayaan kegiatan generasi muda serta beberapa program lainnya.
"Padahal setiap tahun besaran ADD yang turun sekitar sebesar Rp 1,1 miliar. Lalu kemana raibnya dana tersebut," tuturnya. 
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kepanjen, Suseno, dikonfirmasi terkait dengan permasalahan ini, masih menghormati proses penyidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisia. Pasalnya, ketika nanti perkara yang disidik oleh Kepolisian tuntas, berkas perkaranya tetap akan masuk ke Kejari Kepanjen. 
"Terkait dengan adanya temuan atau permasalahan baru masalah Kades tersebut, mungkin warga bisa langsung menyampaikan kepada pihak Kepolisian. Sehingga nanti kasusnya bisa sekaligus diselidiki," terang Suseno. 
Sementara, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, mengatakan bahwa kasus dugaan penyalahgunaan ADD 2013 - 2014 terus berjalan. Bahkan dalam waktu dekat ini, berkas perkaranya akan segera dilimpahkan ke Kejari Kepanjen.(agp/jon)

Berita Lainnya :

loading...