ATM Tanpa CCTV, Rawan Skimming


MALANG – Polres Makota, Bank Indonesia Malang dan PJPUR (vendor pengisian ATM) menggelar patroli ATM untuk mengantisipasi tindak kejahatan skimming di Kota Malang.
Kapolres Makota AKBP Asfuri memimpin tim Hunter Makota dan Sabhara untuk melakukan pengecekan di tiga titik. Pagi mulai pukul 08.00 WIB, tim patroli mendatangi SPBU Jalan Soekarno Hatta Lowokwaru, Carrefour Jalan Letjen S Parman Blimbing dan SPBU Jalan Ciliwung.
Dikawal petugas bersenjata, Kapolres mendatangi SPBU Jalan Soekarno Hatta yang memiliki beberapa ATM di area sisi barat. Asfuri memasuki ATM tersebut dan mengecek beberapa titik. Mulai dari ketersediaan CCTV, tempelan di dinding-dinding ATM, pengecekan lubang kartu ATM serta penutup papan ketik PIN.
Hal sama juga dilakukan oleh Kapolres di dua tempat lain. “Kita melakukan patroli, untuk memulai langkah antisipasi terhadap tindak kejahatan skimming, serta menutup ruang gerak pelaku yang memakai alat skimmer untuk membobol rekening nasabah bank,” ujar Asfuri kepada wartawan kemarin.
Alumnus Akpol angkatan 2000 ini mengatakan, ada beberapa ATM yang tingkat keamanannya masih lemah. Dari tiga lokasi yang sudah dicek, Asfuri memantau ada beberapa ATM yang tidak memiliki CCTV atau kamera pengawas. Menurutnya, ATM tanpa CCTV sangat riskan menjadi sasaran tindak kejahatan.
“Penutup papan ketik PIN, juga rawan dipasangi kamera mikro oleh pelaku bila tidak sering dicek oleh pihak bank. Kamera mikro ini canggih dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi, karena itu pengguna ATM maupun bank, harus mengecek di tempat memasukkan PIN,” sambung perwira polisi dengan dua melati emas di pundaknya ini.
Asfuri mengimbau nasabah untuk mengawasi setiap hal yang mencurigakan di ATM. Modus pelaku biasanya menyisipkan sebuah tusuk gigi untuk membuat kartu ATM macet. Setelah itu, korban meninggalkan lokasi demi meminta tolong kepada pihak bank. Lalu, pelaku mengambil ATM serta kamera yang sudah merekam PIN  dan menguras rekening korban.
“Seluruh anggota polisi Makota yang melakukan patroli, wajib berhenti ketika melintas di depan ATM. Petugas wajib memeriksa semua hal untuk memastikan tak ada barang-barang mencurigakan,” tambah Asfuri.
Sementara itu, Asisten Manajer Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Wilayah Malang, Putri Shofia Khairunnisa menegaskan, BI siap melakukan pengawasan.
“Oknum membeli alat skimmer untuk mencuri data nasabah. Kami bekerjasama dengan kepolisian dan bank untuk melakukan pemeriksaan di ATM secara berkala,” tutupnya.(fin/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :