Granat Manggis Hebohkan Sawojajar


MALANG – Penemuan granat manggis di kampung Sawojajar gang 7 RT 01 RW 02 Kecamatan Kedungkandang menghebohkan warga. Senin lalu, bahan peledak standar militer tersebut ditemukan di antara galian tanah pondasi di lahan milik Valentine, 58 tahun warga Jalan Sawojajar gang 7 nomor 30.
Malam itu juga, Unit Jibom Detasemen B Pelopor Ampeldento mengamankan bahan peledak tersebut.
Dari keterangan yang dihimpun, penemuan granat tersebut berawal dari pemilik lahan yang sedang menggarap pondasi.
“Tukang mulai garap pondasi sejak tiga hari lalu. Lalu hari Senin sore saya dapat telepon dari tukang, yang bilang menemukan benda mencurigakan,” kata Valentine kepada wartawan.
Dia langsung menelepon ketua RT setempat dan langsung diteruskan kepada Polisi RW 2 Kelurahan Sawojajar, yakni Aiptu Budi Muharam. Budi yang juga anggota Reskrim Polsek Kedungkandang meluncur ke lokasi. Menurutnya, benda tersebut diduga kuat adalah granat yang terkena guyuran air hujan.
“Granat tersebut terkubur di antara tanah liat yang digali untuk pondasi. Karena terkena air hujan, akhirnya granat ini terlihat oleh tukang sebelum akhirnya dilaporkan kepada Polisi RW,” sambung Budi.
Karena posisi granat yang berada di lokasi terbuka, Budi memindahkannya ke sebuah rumah kosong di sebelah lokasi penemuan. Dengan tujuan, agar granat tersebut tidak mengenai masyarakat bila ternyata masih aktif. Bentuk granatnya sendiri seperti manggis, berbentuk bulat dengan sebuah penutup di atasnya.
Polsek Kedungkandang pun menindaklanjuti penemuan granat ini kepada Detasemen B Pelopor. Tidak lama kemudian, Unit Jibom yang dipimpin Iptu Sumantri mendatangi lokasi.
Sebuah matras lipat dibawa oleh anggota Jibom. Mereka lalu masuk ke dalam rumah, menempatkan granat tersebut di antara lipatan matras dan langsung mengevakuasinya ke bagian belakang kendaraan Brimob. Granat tersebut langsung dibawa ke Mako Brimob untuk diselidiki. Sumantri mengatakan, jenis granat tersebut adalah M 67.
“Itu adalah granat jenis M67 yang merupakan granat standar militer buatan Amerika Serikat. Masyarakat lebih mengenalnya sebagai granat manggis, kita bawa ke Mako Brimob untuk diselidiki, diduga ini peledak militer yang ketinggalan di kawasan Sawojajar puluhan tahun lalu,” tutur Sumantri.
Granat M67, merupakan tipe granat serpihan atau fragmentation grenade yang terbuat dari besi dan plastik. Granat ini dirancang untuk membunuh. Granat M67 memiliki daya ledak dan dapat memuntahkan serpihan saat meledak. Badan granat ini terisi kawat, serpihan tajam dan bola-bola besi. Granat ini adalah standar militer Amerika yang dipakai dalam perang Vietnam, perang Iraq dan perang Teluk tahun 1991 dan dikenal dengan nama Operation Desert Storm.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :