Pulang Mabuk, Ancam Cerai


MALANG – “Ku rasa ku sedang dimabuk cinta. Nikmatnya kini ku dimabuk cinta, dimabuk cinta.” Sepetik lirik lagu band Armada menjadi ironi bagi kehidupan rumah tangga Amel, 30 tahun warga Kecamatan Tutur Pasuruan. Suaminya Ronald 34 tahun warga Kota Malang memang sering mabuk, tapi bukan mabuk cinta melainkan mabuk miras.
Begitulah cerita rumah tangga Amel yang tak kuasa menahan sakit ditinggal pergi oleh Ronald selama 7 tahun lebih. Awalnya, tentu saja Amel sangat bahagia menikah dengan Ronald yang merupakan karyawan swasta. Mereka menikah di hadapan KUA Kecamatan Tutur Pasuruan, pada Januari 2006.
Mereka pun hidup bersama selama 3 tahun 8 bulan, dan dikaruniai satu anak. Layaknya prinsip yin dan yang, dalam kebahagiaan ada kesusahan. Meski merasakan indahnya mengarungi lautan cinta, rumah tangga Amel tak luput dari prahara. Tiga tahun setelah menikah, tepatnya Juni 2009, pertengkaran mulai memanas.
Pertengkaran itu tak lepas dari kegemaran Ronald dalam bermabuk-an. Dia seringkali pergi tanpa pamit. Pulang-pulang, mulut Ronald sudah bau naga. Dalam kondisi terhuyung-huyung, Ronald masih sempat memarahi Amel yang komplain karena sikap dan perilaku minum alkohol suaminya.
Bukannya bertobat, Ronald malah membentak. Tiga kali, Ronald mengancam akan menceraikan Amel. Permasalahan rumah tangga Amel tak kunjung selesai. Bahkan, puncak pertengkaran terjadi pada September 2010. Karena Ronald yang mabuk berat dan mengamuk, Amel akhirnya naik darah.
Tidak terima dengan Amel, Ronald memilih meninggalkan rumah, serta ngekos di sebuah rumah. Sejak saat itu Ronald tak lagi berkomunikasi dengan Amel. Tujuh tahun lamanya, rumah tangga Amel terombang-ambing tanpa kejelasan arah. Tak lagi memiliki pilihan, Amel mengandaskan bahtera rumah tangganya di PA Malang.
“Mengabulkan gugatan secara verstek, menjatuhkan talak satu ba’in sughro tergugat terhadap penggugat,” kata hakim ketua majelis PA Malang, Dra Hj Ummi Kalsum HS Lestaluhu MH.(fin)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...