Sering Berdusta dan Berkhianat

 
JANGAN ada dusta di antara kita. Kalimat itulah yang mungkin menjadi alasan Amel untuk mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kepanjen. Wanita asal Kecamatan Turen ini terpaksa menggugat cerai Ronald karena terlalu banyak berdusta kepadanya. 
"Siapa yang mau terus dibohongi. Saya sudah menerimanya apa adanya, tetapi dia (Ronald, red) malah membohongi," ujar Amel, usai mengikuti sidang pendana di PA Kepanjen. 
Tahun 2012 lalu, Amel dan Ronald memulai hidup dengan ikatan janji suci. Mereka menikah di hadapan penghulu dan kedua pihak keluarga. Baik Amel dan Ronald, sama-sama berucap untuk saling setia dan selalu jujur. 
Pernikahannya pun saat itu digelar dengan sangat mewah. Semua teman dan kerabat hadir dalam pernikahan mereka. Karena sebelum ada ikatan untuk hidup bersama, Amel dan Ronald sudah berpacaran cukup lama sekitar tiga tahun lebih. 
Tiga tahun usia pernikahan sama sekali tidak ada masalah. Mereka hidup bahagia tanpa ada pertengkaran. Terlebih dengan hadirnya seorang anak laki-laki, membuat rumah tangga mereka semakin harmonis. 
Namun dua tahun belakangan, rumah tangganya mulai berantakan. Keduanya sering terlibat pertengkaran. Permasalahannya karena Ronald menyembunyikan sebuah rahasia pada Amel. 
Ronald telah mendua dengan wanita yang masih teman istrinya. Amel yang menemukan bukti perselingkuhan Ronald, mencoba menanyakan kepada suaminya. Meski ada bukti, namun Ronald masih mengelak. 
Karena tidak mengakui, Amel mencoba bersabar. Ia menerima apapun pengakuan Ronald, karena tidak ingin rumah tangganya hancur. Amel masih memaafkan Ronald, dan meminta Ronald untuk tidak mengkhianati. 
Tetapi rupanya Ronald tidak kapok. Ia masih saja menjalin hubungan gelap dengan wanita lain. Hingga akhirnya Amel yang menemukan bukti lagi, kehilangan kesabarannya. Amel dengan berat hati mengajukan gugatan cerai.
"Sebetulnya saya kasihan dengan anak. Tetapi mau bagaimana lagi, karena dia sudah mengkhianati dan kebanyakan berdusta," ucapnya.(agp/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :