Suami Dipenjara karena Narkoba


 
SIAPAPUN orangnya pasti tidak mau hidup dengan kesendirian. Halnya dengan Amel, warga asal Kecamatan Gondanglegi ini. Ia terpaksa menggugat cerai Ronald, suaminya ke Pengadilan Agama (PA) Kepanjen.
Alasan gugatan cerainya, bukan karena Ronald tidak bertanggungjawab. Ataupun telah berselingkuh, melainkan karena Ronald sudah tidak bisa memberikannya nafkah lagi. Baik itu nafkah lahir atau batin.
Pasalnya, sejak sekitar sebulan lalu, Ronald harus meringkuk dalam penjara. Suaminya itu ternyata seorang pengedar narkotika. Akibat ulahnya itu, Ronald terancam meringkuk dalam tahanan selama beberapa tahun.
“Kalau saya terus tergantung padanya, siapa yang memberi nafkah setiap harinya. Sementara dia di penjara, dan saya serta anak juga butuh biaya,” tutur Amel, usai mendaftarkan gugatan cerai ke PA Kepanjen.
Amel dan Ronald menikah sekitar tujuh tahun lalu. Mereka menikah setelah berpacaran sekitar setahun. Amel memilih Ronald karena menganggap sebagai pria yang bertanggungjawab. Apalagi Ronald selama berpacaran diketahui baik dan tidak pernah aneh-aneh.
Setahun setelah pernikahan, mereka dikaruniai seorang anak. Mulai menikah sampai adanya pengajuan cerai, hampir tidak pernah bertengkar. Mereka saling mengerti dan memahami perasaan masing-masing.
Bahkan, selama hampir tujuh tahun Amel menganggap kalau Ronald adalah pria yang alim. Namun kenyataannya, anggapan Amel salah. Selama tujuh tahun berumah tangga, ia baru mengetahui kalau suaminya ternyata seorang pengedar sabu-sabu (SS), setelah Ronald ditangkap oleh polisi.
Dari situlah, Amel yang merasa telah dibohongi dan hidup dari uang hasil penjualan narkoba, langsung marah. Amel yang sudah sakit hati, terpaksa mengajukan gugatan cerai.
“Selama ini saya tidak tahu kalau dia mengedarkan narkoba,” ujar Amel. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...