Lapor Perampasan Motor Malah Dipenjara


 
MALANG - Masyarakat pasti tahu dengan informasi tentang perampasan motor, yang terjadi di Jalan Dusun Sumberejo, Desa Sidoluhur, Lawang, beberapa waktu lalu. Apalagi info tersebut sempat viral di media sosial Facebook, dan tersebar lewat pesan di WhatsApp (WA). Setelah setengah bulan diselidiki, polisi berhasil mengungkap kasusnya. 
Ternyata kejadian itu tidak ada alias hoax. Bahkan polisi telah menetapkan Brawono, 40, warga Dusun Krajan, Desa Sidoluhur, Lawang sebagai tersangka karena membuat laporan palsu. 
“Hasil penyelidikan, diketahui kalau itu adalah laporan palsu,” jelas Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Hadi Puspito. 
Dia menjelaskan, awalnya pada Jumat (16/3) lalu, Brawono mendatangi Polsek Lawang. Ia melapor telah menjadi korban perampasan. Motor Honda Vario, N 2077 HB miliknya dirampas empat orang. Brawono menerangkan, kejadiannya Kamis (15/3) pukul 21.00 di Jalan Dusun Sumberejo, Desa Sidoluhur, Lawang. 
Waktu itu ia dalam perjalanan pulang dari Malang. Ketika melintas di lokasi, melihat ada empat orang yang berkelahi di tengah jalan hingga menghalangi jalannya. Brawono, kemudian berhenti berniat untuk melerai. Namun salah satu pelaku malah menghampirinya dan mengalungi celurit. 
Para pelaku kemudian mengancam akan menghabisi Brawono, jika berani melawan. Dari kejadian itu, keesokan harinya Brawono melaporkan ke Polsek Lawang. Termasuk mengunggah kejadian itu ke medsos Facebook. 
Atas laporan itu, polisi lantas menyelidikinya. Apalagi kasusnya sudah viral di medsos. Namun hasil penyelidikan, diketahui bahwa laporan itu palsu dan menetapkan Brawono sebagai tersangka.  
"Sepeda motor itu baru kredit dengan uang muka Rp 2 juta, dan sama sekali belum mengangsur. Kemudian oleh tersangka digadaikan sebesar Rp 4 juta. Alasannya karena ingin mencari keuntungan,” paparnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :