Laka Pujon, Satreskrim Turun Tangan

 
BATU- Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua pikap membuat Polres Batu melakukan penanganan ganda. Pasalnya, selain menangani permasalahan kecelakaan yang mengakibatkan pengemudi pikap bermuatan LPG meninggal dunia, polisi menemukan kejanggalan dari muatan mobil pikap tersebut.
Dalam bak mobil penuh muatan LPG tersebut terdapat beberapa tabung LPG 3 kg dan tabung 12 kg. Petugas menemukan kejanggalan dari beberapa tabung LPG tersebut, pasalnya tabung tersebut menggunakan segel warna hijau.
Padahal tabung LPG yang boleh dijual di wilayah Kecamatan Pujon dan sekitarnya segel menggunakan warna merah. Tabung segel warna hijau merupakan segel tabung untuk wilayah Tulungagung dan sekitarnya.
Dari tabung tertera tulisan nama distributor LPG, PT Sinar Terang Djaya Abadi Tulungagung. Saat ini Pertamina membuat peraturan yang memberlakukan penjualan LPG di wilayah masing-masing distributor.
Ipda Anton Hendry Soebagyo, Kanit Laka Polres Batu ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan bahwa permasalahan tersebut dalam penanganan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).
“Masalah dugaan penjualan LPG di luar rayon itu kewenangan dari Satuan Reserse Kriminal yang menangani,” ujar Anton.
Di tempat terpisah, AKP Anton Widodo, Kasat Reskrim Polres Batu ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan bahwa berdasarkan tata kelola migas, jika ada penjual yang menjual tabung LPG di wilayah lain sanksi yang diberikan bukan pidana namun bersifat administratif.
“Bukan masuk rana pidana kalau ditemukan seperti itu (penjualan di luar rayon), tapi masuk rana administatif, bisa sampai pencabutan ijin bagi pemilik agen,” kata Anton. 
Berbeda jika dilakukan penyalahgunaan tabung subsidi kemudian dipindahkan ke tabung non subsidi, hal itu menjadi ancaman pidana dan ditangani oleh Satreskrim. Seperti diberitakan, terjadi kecelakaan maut di tikungan Jalan Raya Abdul Manan Wijaya, Dusun Kedungrejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang KM 15-16 (Batu- Pare), Jumat (30/3) sekitar pukul 09.30.
Kecelakaan yang melibatkan dua mobil pikap ini akhirnya menewaskan seorang pengemudi mobil pikap bermuatan LPG. Ia terlempar dari mobilnya dan ditemukan meninggal dunia di kolong mobil pikap lain yang berjalan dari arah berlawanan.
Korban meninggal dunia adalah pengemudi kendaraan Suzuki ST130 Pikap nopol N-9001-DH bermuatan LPG yang dikemudikan Vikri Khoirul Amin, 24, warga Dusun Manting Desa Tawangsari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.
Korban Amin mengalami luka pada kepala dan luka patah tulang tangan kanan selanjutnya meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Ia berada dibawa kolong mobil pikap L 300 nopol N 8522 GG yang dikemudikan oleh Mujianto, 41, warga Dusun Mulyoarjo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang yang saat itu membawa muatan ayam. (dan/jon)

Berita Lainnya :

loading...