Pengedar Tembakau Gorilla Terancam Empat Tahun Penjara

 
MALANG – Pelaku penyalahgunaan narkotika jenis baru, Abdul Qodir 20 tahun penghuni rumah Jalan Joyo Utomo gang III Merjosari, segera menghadapi meja hijau. Abdul terancam hukuman penjara 4 tahun. Karena, jaksa penuntut umum (JPU) memakai pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, untuk menjerat terdakwa.
Abdul tertangkap karena diduga hendak menjual dan mengedarkan 10 poket tembakau gorilla. Dalam berkas dakwaan jaksa M Arif Koerniawan SH, Abdul membeli 10 poket tembakau gorilla seharga Rp 3 juta. DPO bernama Cahya Alam di Tangerang, adalah diduga pengedar yang menerima uang Abdul.
Pemuda yang sempat menjadi mahasiswa salah satu kampus negeri di Kota Malang itu, mentransfer uang sejumlah Rp 1,5 juta kepada DPO. Diduga, dengan janji akan mengembalikan sisa uang Rp 1,5 juta setelah menjual tembakau gorilla, Abdul akhirnya berhasil mendapatkan kiriman barang.
Tembakau jenis gorilla itu dikirim melalui jasa pengiriman ke Jalan Joyo Utomo gang III. Transaksi ini, ternyata sudah terendus kepolisian. Sehingga, tak lama setelah menerima barang tersebut, pemuda asal ibukota ini digerebek di rumah kontrakannya tersebut. Polisi berhasil menemukan sekumpulan poket tembakau gorilla di kolong rak baju.
Kepada polisi, dia bersikukuh mengaku hanya memakai tembakau gorilla untuk persediaan diri sendiri. Namun, dengan fakta pembelian yang belum tuntas antara Abdul dan DPO pengedar di Jakarta, polisi meyakini Abdul tak hanya memakai narkotika itu untuk dirinya sendiri. Pasalnya, Abdul sudah memesan tembakau gorilla beberapa kali dari DPO.
Satu poket tembakau gorilla, disinyalir berharga Rp 300 ribu. Dalam waktu tiga bulan, Abdul juga secara rutin memesan tembakau gorilla dari pengedar DPO mulai Agustus hingga November 2017 sebelum akhirnya tertangkap.Jaksa menegaskan, tindakan pelaku, sudah memenuhi unsur pidana narkotika. Dia pun siap membuktikannya di hadapan majelis hakim. 
“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 112 (1), 127 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tutup Arif dalam berkas dakwaannya. Abdul menjalani sidang pertamanya awal April 2018. (fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :