Sembilan Bulan Buron, Pelaku Pengeroyokan Diciduk

 
MALANG - Satu persatu pelaku pengeroyokan terhadap Galih Radika Putra, 20, warga Jalan Gadang IV, Kecamatan Sukun, berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Sumberpucung. Kali ini, giliran Muhammad Rifqi, 19, warga Desa Ngebruk, Sumberpucung, yang harus meringkuk dalam tahanan, sejak akhir pekan kemarin. 
Tersangka Rifqi, dibekuk petugas di rumahnya. Setelah selama sembilan bulan ini, menjadi buronan polisi. Ia kabur begitu mengetahui perbuatan pengeroyokan yang dilakukannya dilaporkan polisi. 
"Dia (Rifqi, red) kami amankan ketika pulang ke rumahnya. Selama ini, mengaku bersembunyi di rumah temannya di wilayah Pakisaji dan Kota Malang," jelas Kanitreskrim Polsek Sumberpucung, Ipda Zaenal Arifin. 
Dengan tertangkapnya Rifqi ini, maka dari empat pelaku pengeroyokan, semuanya sudah tertangkap. Semuanya ditangkap terpisah dan juga sempat menjadi buronan. 
Sekadar diketahui, aksi pengeroyokan terjadi pada 13 Juni 2017 sekitar pukul 22.00, saat korban sedang bermain play station (PS) di rumah neneknya di Dusun Kebonsari, Desa Ngebruk, Sumberpucung. Kemudian dihubungi oleh Dayan melalui BBM. Dayan meminta dijemput oleh korban, hingga akhirnya korban meminta dua temannya Joko dan Fadil untuk menjemput Dayan. 
Sedangkan korban menunggu di rumah neneknya dengan temannya Kampret. Kemudian selang beberapa menit, Dayan mengatakan kalau bensin habis dan meminta korban untuk menjemput. Korban pun dengan Kampret mendatangi rumah Dayan, namun yang bersangkutan tidak ada, sehingga kembali pulang. 
Tak lama kemudian, korban didatangi oleh Kiki salah satu pelaku yang mengatakan kalau korban dicari oleh Dayan. Akhirnya bersama dengan Kiki, korban menuju ke tempat Dayan. Sampai di simpang tiga Ngebruk depan toko Lilik, berhenti. 
Di tempat itu ternyata sudah ada Samudra dan para pelaku lainnya. Korban diminta untuk duduk dan meminta maaf. Karena merasa tidak pernah berbuat salah, korban menolak. Tetapi karena melihat kondisi para pelaku mabuk, korban akhirnya menuruti untuk meminta maaf. 
Usai meminta maaf, para pelaku langsung memukuli korban. Kali pertama adalah Samudra, yang selanjutnya diikuti pelaku lainnya. Korban saat itu dipukuli dan diinjak-injak. Pengeroyokan baru berhenti setelah warga datang melerai dan mengusir. 
Selanjutnya, oleh para pelaku korban dibonceng dibawa ke Jalan Kauman Ngebruk. Di tempat sepi korban diturunkan dan kembali dikeroyok. Lagi-lagi oleh warga dilerai dan diusir. Akhirnya korban diajak ke perbatasan Dusun Kebonsari oleh para pelaku. 
Di tempat tersebut korban  diajak minum-minuman keras tetapi menolak. Korban minta diantarkan pulang, hingga akhirnya diantarkan oleh pelaku Dayan. Setiba di rumah neneknya, korban yang merasa pusing langsung tidur. 
Selang beberapa menit, para pelaku datang ke rumah korban. Mereka menggedor jendela kamar korban dan meminta korban keluar. Korban sempat menolak, namun para pelaku terus menggedor hingga korban yang merasa berisik keluar. 
Saat keluar, lagi-lagi korban dipukuli dengan kemujing, sapu serta bambu. Selanjutnya korban yang dalam keadaan tak berdaya, diculik dan dibawa para pelaku dekat pemandian kerbau. Di tempat ini korban kembali dipukuli hingga tak berdaya. 
Pengeroyokan baru berhenti setelah teman-teman korban datang. Selanjutnya korban diantarkan pulang. Dan kejadian pengeroyokan diadukan kepada orangtuanya yang selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sumberpucung.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :