Polisi Cari Teman Nadifa


 
MALANG - Polisi terus menyelidiki kematian Nadifa, 17, warga Jalan Basuki Rahmad V, Malang, yang ditemukan meninggal dunia di rumah kosong Desa Pamotan, Dampit, Jumat dini hari lalu. Meskipun dari keterangan keluarga korban sebelumnya, bahwa Nadifa memiliki riwayat sakit maag akut. Namun polisi tetap mencari teman-temannya, yang sebelumnya bersama korban. 
"Kasus kematian korban (Nadifa, red) terus kami selidiki. Teman-temannya masih kami cari untuk dimintai keterangan," ungkap Kanitreskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Mashudi. 
Sejauh ini, dikatakan Soleh, baru dua orang teman perempuannya yang sudah dimintai keterangan. Masing-masing berinisial H, 13 tahun dan D, 14 tahun. Keduanya warga Kota Malang. 
Dari keterangan mereka berdua, bahwa beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban memang mengeluh sakit perut. Dua temannya ini, berusaha menolong korban dengan membelikan obat sekaligus memintakan makanan pada warga. 
"Namun mereka berdua ini hanya sebatas saksi, dan usianya di bawah umur. Kami masih mencari temannya lain, yang usianya sudah dewasa," ujar Soleh. 
Disinggung apakah ada proses hukum untuk teman-temannya, yang membiarkan orang sekarat? Dikatakannya, bahwa kasusnya masih terus diselidiki. Jika memang ada pelanggaran hukum, temannya dikenakan sanksi. 
"Yaitu membiarkan orang yang membutuhkan pertolongan. Bisa jadi nanti, perkaranya akan kami serahkan ke Polres Malang," tutur mantan Kasubag Humas Polres Malang ini. Apalagi ketika korban meninggal dunia, oleh teman-temannya langsung ditinggalkan. 
Sekadar diketahui, masyarakat sekitar Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, Jumat dini hari lalu geger dengan kematian gadis muda yang mayatnya ditemukan di perkarangan rumah kosong. Korban diketahui bernama Nadifa, 17, warga Jalan Basuki Rahmad V Malang. Penyebab kematiannya, karena sakit sesuai dengan keterangan keluarga korban kepada polisi. 
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui datang ke Desa Pamotan, bersama dengan teman-temannya. Korban ini diketahui ikut perkumpulan anak-anak punk. Warga mengetahui kalau korban datang dengan temannya.  
Bahkan sebelumnya, warga juga mengetahui kalau korban dalam kondisi sakit. Namun terlihat masih bercanda bersama dengan teman-temannya sesama anak punk. Jumat dini hari sekitar pukul 02.30, saksi Andi Satrio Wibowo dan Jefri Romansyah, melakukan ronda di kampungnya. Mereka mengecek keberadaan anak-anak punk di rumah kosong.
Alasannya khawatir kalau kedatangan korban dan teman-temannya akan melakukan tidak kejahatan. Ketika melintas di Jalan Ahmad Yani, keduanya menyalakan senter untuk melihat kondisi rumah kosong. Saat itulah, mereka kaget karena menemukan tubuh korban tergeletak di perkarangan sudah dalam kondisi tak bernyawa.(agp/jon)

Berita Lainnya :