Dua Laptop Mahasiswa Amblas

 
MALANG – Pelaku pencurian tidak pandang bulu dalam memangsa korbannya. Terbukti, Mochamad Wahyu Adi 22 tahun mahasiswa Politeknik Negeri Malang, menjadi korban pencurian. Dua laptop miliknya hilang di dalam kelas, ketika pemuda asal Perum Grigra Husada Sumber Porong Lawang itu lengah di dalam kampus.
Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa pencurian dua laptop di dalam satu tas itu, terjadi pada 29 Maret 2018 lalu. Menurut keterangan korban, dia sedang berada di kampus Politeknik Negeri Malang pada pukul 15.30 WIB. Dia sedang menunggu jam kuliah. Karena dosen belum datang, dia menaruh tas berisi laptop di samping tempat duduknya.
Dua buah laptop tersebut adalah Axioo hitam Neon HNM serta Asus hitam. Khusus untuk laptop Asus, korban telah memasangi stiker bertuliskan workshop di sisi pojok kanan atas. Sembari menunggu, dia duduk-duduk dan sesekali memainkan handphone miliknya. Sepuluh menit kemudian, korban hendak memasuki ruang kelas.
Dia pun menggapai tas yang seharusnya ada di sisi tempat duduknya. Betapa kagetnya Wahyu ketika menyadari tas berisi laptop miliknya tidak lagi berada di sampingnya. Wahyu pun panik. Dia berupaya mencari keberadaan tasnya tersebut. Bahkan sempat menanyai rekan-rekannya, untuk memastikan bahwa dia tidak dikerjai.
Tapi, menurut pengakuan korban, rekan-rekannya juga mengaku tidak ada yang membawa maupun menyembunyikan tas berisi laptop tersebut. Korban yang tidak terima dengan hilangnya tas berisi laptop itu, langsung melapor ke Polres Makota. Pada 30 Maret 2018 lalu, dia mendatangi SPKT Polres Makota untuk melapor.
Aduannya langsung ditanggapi oleh petugas kepolisian. Laporan itu saat ini ditangani oleh Reskrim Polres Makota. Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni memaparkan bahwa berdasarkan laporan korban, tindakan terlapor memenuhi unsur pasal 362 KUHP tentang pencurian.
“Terlapor saat ini masih dalam lidik, kerugian yang dilaporkan korban adalah Rp 7 juta. Belum lagi tugas-tugas kuliah yang ada di dalam laptop tersebut. Kami mengimbau warga untuk selalu waspada, tidak mudah meninggalkan barang berharganya di tempat umum,” tutur Marhaeni kepada Malang Post kemarin.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...