Warga Druju Datangi Mapolres

 
MALANG – Masyarakat Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, berencana mendatangi Polres Malang dalam waktu dekat. Mereka akan menanyakan perkembangan kasus dugaan penyalahgunaan ADD 2013 – 2014, yang dilakukan oleh Kepala Desa Druju, Mujiono.  Alasannya karena surat yang dikirim warga pada 20 Maret lalu, untuk mempertanyakan perkembangan kasusnya masih belum ada tindaklanjut. Demikian disampaikan Rachman Sulaiman, SH, pengacara warga Desa Druju, kepada Malang Post. 
“Tidak semua warga yang datang ke Polres Malang, mungkin perwakilan 10 sampai 15 orang. Karena sejak surat terkirim, kami (warga, red) belum mendapat perkembangan penyidikan kasusnya sudah sejauh mana,” ungkap Rachman Sulaiman.
Menurutnya, warga Desa Druju resah karena hampir tiga tahun, sejak dilaporkan pada bulan Juni 2015 lalu, kasusnya belum kunjung selesai. Kasus dugaan penyelewengan ADD 2013 – 2014 tersebut, seperti diam di tempat. Warga berharap, polisi lebih tegas dalam menangani kasus tersebut.
“Kerugiannya negara saat itu sudah jelas. Karena hasil audit BPKP diketahui ada kerugian sekitar Rp 200 juta. Tetapi kenapa sampai sekarang masih belum selesai juga,” ujarnya.
Karena itulah, kedatangan warga Desa Druju ke Polres Malang, nantinya tidak hanya sekadar berkirim surat untuk kali keduanya. Tetapi warga berharap ada mediasi dari Satreskrim Polres Malang, untuk menyampaikan perkembangan kasus dugaan penyelewengan ADD tersebut.
“Ketika nanti kasus dari laporan warga pada Juni 2015 sudah dinyatakan P21, warga akan kembali melaporkan dugaan kasus korupsi lainnya yang dilakukan oleh Kades Druju,” tuturnya.Sekadar diketahui, pada 20 Maret lalu, masyarakat Desa Druju, Sumbermanjing Wetan, berkirim surat ke Polres Malang. Mereka menagih perkembangan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kades Druju, Mujiono. Pasalnya hampir tiga tahun, kasus penyalahgunaan ADD 2013 – 2014, ngendon dan tidak ada titik terang.(agp/jon)

Berita Lainnya :