Korban Pantai Sipelot Terhimpit Batu Karang

 
MALANG – Pencarian tubuh Jauri, akhirnya membuahkan hasil. Tubuh pria berusia 50 tahun, yang tenggelam di Pantai Sipelot saat memancing ini, kemarin pagi ditemukan tak jauh dari lokasinya tenggelam, sudah dalam kondisi tak bernyawa. Tubuh warga Dusun Krajan, Desa Pujiharjo, Tirtoyudo ini, terhimpit oleh batu karang.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Jenazah hanya dimintakan visum luar di Puskesmas setempat.
“Dari hasil olah TKP dan identifikasi tubuh korban, tidak ada bekas kekerasan. Korban memang murni meninggal karena tenggelam. Pihak keluarga juga sudah membuat pernyataan tertulis,” terang Kapolsek Tirtoyudo, AKP Suyoto.
Minggu (1/4) lalu, korban bersama dengan Alfiriktahan, 13, pergi memancing ke Pantai Sipelot. Mereka berangkat dengan berboncengan sepeda motor. Setiba di lokasi, korban dan anaknya langsung memancing di pinggir pantai di atas karang.
Ketika sedang asyik memancing, sekitar pukul 13.30, datang ombak besar yang langsung menghantam tubuh keduanya. Alfiriktahan, selamat karena bisa berenang. Sedangkan Jauri, ayahnya yang tidak bisa berenang hilang digulung ombak.
Sebelum hilang, Jauri sempat ditolong oleh anaknya dengan meraih tangannya. Tetapi ketika hendak dibawa ke tepian, pegangan tangannya lepas hingga membuat Jauri tenggelam. Alfiriktahan, lantas pulang memberitahu keluarga dan meminta tolong warga sekitar.
Pencarian pun akhirnya dilakukan, dengan melibatkan warga sekitar, anggota SAR dan petugas Polsek Tirtoyudo. Tetapi sampai Minggu malam tubuh korban belum ditemukan. Senin pagi kemarin, pencarian pun dilanjutnya dengan menyisir sekitar pantai dan menggunakan perahu.
Hasilnya sekitar pukul 09.10, tubuh Jauri berhasil ditemukan terjepit batu karang oleh Tim SAR Gabungan. Selanjutnya setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :