Digendam di Foodcourt, Uang Rp 53 Juta Amblas

 
MALANG – Aksi penipuan bermodus gendam masih menghantui masyarakat Kota Malang. Farida Maemunah Martiningsih, 46 tahun warga Jalan KH Hasyim Ashari desa Sekarteja Selong Lombok Timur, digendam oleh dua orang lelaki tak dikenal berlogat melayu di foodcourt Malang Town Square. Harta benda dengan nilai total Rp 76 juta amblas dibawa kabur dua penggendam.
Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada 27 Maret 2018 lalu. Dari keterangan yang dihimpun, wanita dengan gelar sarjana dan magister keperawatan itu awalnya berada di pertokoan Malang Town Square untuk melihat-lihat dan berbelanja. Sekitar pukul 14.00 WIB, setelah puas jalan-jalan dan window shopping, Farida yang kesehariannya adalah PNS itu pun pulang dan sudah hampir keluar dari area Matos.
Tapi, alumnus kampus PTN di Kota Malang itu didatangi oleh dua orang laki-laki tidak dikenal. Kedua orang ini, memakai logat melayu. Saat mengajak bicara Farida, keduanya mengaku berasal dari Brunai. Mereka mengklaim memiliki barang antik yang memiliki khasiat ampuh untuk menyembuhkan penyakit dan menangkal guna-guna.
Kedua pelaku, menyebut Farida sedang sakit karena terkena guna-guna. Mereka menyebut barang antik itu bisa menyembuhkan penyakit Farida. Saat sedang menjelaskan khasiat barang antik inilah, Farida disentuh pundaknya oleh pelaku. Tanpa perlawanan, Farida yang seperti digendam, mau-mau saja diajak kembali ke dalam Matos.
Dia dibawa ke lantai 3 Foodcourt Matos untuk disembuhkan dengan barang antik. Setelah tiba di lantai 3, salah satu pelaku membeli telur, dan dari telur tersebut keluar jarum yang merupakan penyakit yang diderita oleh Farida. Mereka lalu menyuruh Farida menyerahkan perhiasan dan barang berharga Farida.
Seperti dua buah cincin emas 12 gram, hape merek iPhone 6S Plus serta uang tunai sebesar Rp 53 juta. Setelah mendapatkan harta benda Farida, kedua pelaku kabur dan meninggalkan korban yang masih dalam pengaruh gendam. Saat tersadar, Farida kaget melihat semua barang berharganya sudah amblas.
Karena kejadian ini Farida memutuskan untuk melapor ke Polres Makota pada 1 April 2018, pukul 23.15 WIB. Pasalnya, dia menghitung kerugiannya mencapai Rp 76 juta. Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan, laporan ini akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Terutama kepada pihak Matos untuk mencari rekaman CCTV demi membuktikan kebenaran laporan korban.
“Saat ini perkara masih dalam tahap lidik,” papar Marhaeni kepada Malang Post di Polres Makota, kemarin.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :