Pengasuh Ponpes Dianiaya, Dipukul saat Jadi Imam Salat


SIDOARJO - Seorang pengasuh pondok pesantren Darul Falah di Dusun Kedungsar, Desa Penambangan, Balongbendo, Sidoarjo,  Tajuddin (48). menjadi korban penganiayaan. Korban dipukul saat menjadi imam salat.
Penganiayaan tersebut terjadi di Masjid Baitul Ridwan di Desa Penambangan, Balongbendo. Pelakunya adalah Muhammad Rudiyanto (33), warga Desa Penambangan, Balongbendo. Rudiyanto diduga mengalami kelainan jiwa.  Dari informasi yang dihimpun, penganiayaan tersebut terjadi pada Senin (2/4) sekitar pukul 18.00. Saat itu korban menjadi imam salat magrib berjamaah di masjid. Saat rakaat pertama sedang berjalan, tiba-tiba dari belakang datang Rudiyanto yang langsung memukul kepala belakang korban.
Korban dipukul menggunakan kapak. Namun yang digunakan untuk memukul adalah bagian tumpulnya. Belum diketahui apakah saat itu Rudiyanto turut menjadi makmum atau tidak. Namun dia sempat melangkah dua saf salat sebelum melakukan pemukulan.
Melihat itu, jamaah lain segera mengamankan Rudiyanto. Korban mengalami luka di bagian kepala belakang. Setelah dimintai keterangan di Polsek Balongbendo, korban diizinkan pulang. Sementara itu, Rudiyanto dibawa ke Polda Jatim. Polisi membenarkan adanya kejadian penganiayaan terhadap salah satu pengurus pondok pesantren di Sidoarjo. Sampai saat ini polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi.
"Benar, telah terjadi penganiayaan di Balongbendo, sampai saat ini kami sudah memeriksa 10 saksi. Untuk mengetahui lebih lengkap silakan hubungi Kabid Humas Polda Jatim," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji, Selasa (3/4) kemarin.
Sementara itu, Ketua GP Ansor Sidoarjo Reza Ali Faizin membenarkan adanya kejadian di Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo tersebut. Usai kejadian, sejumlah anggota Banser sudah berada di lokasi.
"Kami meminta Polresta Sidoarjo dan Polda Jatim untuk mengusut tuntas apa motif pelaku. Benar tidaknya pelaku mengalami kelainan jiwa, kami serahkan ke pihak polisi," kata Reza saat dihubungi.
Reza mengimbau agar semua pihak menahan diri. Serta tidak terprovokasi adanya kejadian ini. "Kita jangan terprovokasi dengan adanya kasus ini. Kita serahkan ke pihak kepolisian agar kasus ini segera terungkap motifnya," kata Reza. (dtc/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :