Pakai Rompi Anti Peluru, Eryk Dijaga Lima Pengawal !


MALANG - Persidangan pemeriksaan saksi terhadap terdakwa kasus suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015 Moh Arief Wicaksono, kemarin terlihat sedikit berbeda. Pasalnya salah satu saksi yang dihadirkan dikawal lima pengawal pria berbadan besar. Hal ini tidak pernah terlihat sebelumnya dalam persidangan saksi Arief.
Pengawalan ketat tersebut ditujukan pada sosok Eryk Armando Talla. Wiraswasta sekaligus kontraktor yang menurut fakta persidangan saksi sebelumnya memiliki peran sangat vital dalam kasus ini.
Menurut pantauan Malang Post, kelima pengawal Eryk inipun berkapakaian seragam seperti dikenakan Eryk sendiri, kemeja batik. Tubuh Eryk pun tidak terlihat seperti orang biasanya. Karena Eryk terlihat mengenakan sesuatu di balik kemejanya berbentuk seperti rompi anti peluru yang biasa dipakai aparat keaamanan jika menghadapi situasi yang mengancam.
Malang Post sempat menanyakan soal peran saksi Eryk tersebut kepada salah satu tim JPU, Roy Riadi. Ia mengatakan dirinya tidak dapat menjelaskan peran saksi Eryk karena menurutnya Eryk masih bersaksi. “Masih bersaksi. Jangan dulu,” paparnya.
Saat Malang Post menanyakan fakta persidangan soal peran Eryk yang begitu besar dalam kasus tersebut, dan apakah status Eryk juga akan menjadi tersangka, Roy tetap tidak menjawab. Dalam persidangan ini pun, pengawalan Eryk saat bersaksi sangat ketat. Lima pengawal Eryk tersebut duduk menyebar di seluruh sisi ruang sidang. Dua orang berada di depan kursi penonton sidang, dua duduk di samping ruangan dan satu orang berjaga di belakang ruang sidang dekat pintu keluar.
Menurut informasi yang didapat Malang Post, Eryk mendapatkan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dalam kasus yang menggetarkan Kota Malang tersebut. Info lain juga menyebut Eryk lah yang pertama kali melaporkan kasus ini.
Lalu, usai persidangan, Malang Post mencoba mendekati Eryk untuk mendapatkan beberapa statement. Akan tetapi, lima pengawal Eryk mengepung Eryk, menggiring langsung ke dalam mobil dan menghindari wartawan yang mendekat.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Roy Riadi saat kembali ditanya soal hasil persidangan kemarin mengatakan proses pemanggilan saksi akan tetap berlanjut. “Kalau tadi, sah-sah saja terdakwa menyangkal keterangan para saksi. Yang terpenting bukti-bukti menunjukkan bahwa terdakwa telah terbukti menerima suap,” ungkap Roy.
 Selanjutnya sidang akan dilanjutkan Selasa pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Salah satu saksi yang akan dihadirkan adalah Wali Kota Malang nonaktif Moch. Anton. "Pak wali pasti dipanggil Minggu depan," pungkasnya. (ica/han)

Berita Lainnya :