Arief Wicaksono Sebut Eryk Fitnah Soal Uang Rp 50 Juta


MALANG - Terdakwa Moh Arief Wicaksono meluapkan emosinya saat persidangan saksi terhadap dirinya di PN Tipikor Surabaya kemarin. Pasalnya, salah satu saksi yang dihadirkan diyakininya mengeluarkan pernyataan tidak benar. Eryk Armando Talla lah yang membuat Arief meledak dalam persidangan.
Hal ini terlihat saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menanyakan beberapa materi pertanyaan kepada Eryk tentang hubungannya dengan Arief Wicaksono yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang.
“Waktu itu ketemuan pertama kali tahun 2015 bulan Mei dengan Arief. Belum bahas apa-apa hanya kenalan dulu. Dia ngeluh dan ngomongin wali kota. Katanya Wali Kota (Moch Anton, Red) arogan dan pelit,” celoteh Eryk saat ditanya JPU soal apa saja yang dibahas ketika bertemu dengan Arief.
Eryk menjelaskan pula, dia bertemu dengan Arief sebanyak dua kali. Awal mula pertemuan Eryk dan Arief pun ditanyakan JPU. Di sinilah Eryk menceritakan pertemuannya dengan Arief dapat dilakukan atas bantuan Lazuardi Firdaus, GM Malang Times yang saat itu menjabat Redaktur Pelaksana Radar Malang.
Ia menceritakan, saat itu Eryk membaca artikel tentang mangkraknya proyek Jembatan Kedungkandang. Dimana yang membuatnya kian khawatir adalah, dalam berita disebutkan statement Wali Kota Malang Moch Anton yang akan menghentikan sementara proyek tersebut.
Padahal, ungkap Eryk, saat itu dirinya sudah melakukan komunikasi dengan terdakwa Hendarwan Maruszama alias HM untuk melancarkan proses lelang. “Saya akhirnya menghubungi Firdaus. Kami ketemuan di Sengkaling, di sana saya tanya kondisi proyek itu seperti apa sebenarnya,” papar pria kelahiran Pasuruan ini.
Menurut pengakuan Eryk, dari perbincangan inilah dia ingin dikenalkan dengan Ketua DPRD Kota Malang pada saat itu, yakni Arief Wicaksono. Ia berpikir hanya Arief lah yang berani melawan keputusan yang dikeluarkan Wali Kota Malang Moch Anton. Akhirnya, Eryk meminta dipertemukan Firdaus dengan Arief Wicaksono. Dalam persidangan tersebut, Eryk mengaku dipertemukan Firdaus dengan Arief dua kali. Pertama dilakukan di Hotel Regent sekitar Juli 2015 dan kedua bertemu di rumah dinas Arief Wicaksono di Jalan Panji Suroso sekitar Oktober 2015.

Berita Lainnya :

loading...