Akhirnya, 100 PNS Kota Malang Digugat


MALANG - Koperasi Serba Usaha (KSU) Montana, akhirnya membuktikan ancamannya kepada para nasabah yang tidak segera menyelesaikan pembayaran pinjamannya. Hari ini, koperasi memasukkan gugatannya ke PN Malang.
Tidak tanggung-tanggung, 100 nasabah yang bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemkot Malang ataupun Universitas Negeri Malang digugat pengurus koperasi yang terdiri dari Ketua, Dewi Maria, Dian Purnomo Rini dan Veronika Dwi.
“Kami terpaksa melayangkan gugatan ke 100 nasabah yang juga pegawai Pemkot Malang karena somasi yang kami layangkan tidak digubris,” tutur Barlian Ganesi SH, MH dan Derrya Junizar, SH, tim kuasa hukum dari Sriwijaya & Associates Malang.
Dia menyebutkan nama-nama beberapa nasabah yang mangkir, antaralain Yunipah,  R Akbar,  Erlina,  Antonio Viera,  Widji,  Rosediana, Dandung,  Ardi Novianto, Suhartatik, dan Widia. Para pengutang ini, sama sekali belum melakukan pembayaran.
“Bila gugatan kami dikabulkan, kami kami pasti akan melakukan sita harta sebagai jaminan,” tegasnya. Harapannya aset dari nasabah yang sudah disita, dapat dijual untuk menutupi tagihan KSU Montana, sesuai dengan perjanjian dalam PN Niaga Surabaya, beberapa bulan lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejak disomasi awal Januari 2018 lalu secara terbuka, ternyata tidak membuat beberapa kreditur besar KSU Montana memiliki niat baik untuk menyelesaikan utangnya.
“Bulan April ini, kami layangkan gugatan perdata ke 100 PNS yang kami anggap sama sekali tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan utangnya kepada KSU Montana. Kami yakin permohonan sita jaminan objek diterima hakim,” tegasnya. (mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...