‘Raja Mojopahit’ Tabrak Kereta Api


MALANG - Suhartono, 23, warga Dusun Pandansari RT04 RW02, Jiyu, Kutorejo, Mojokerto, mencoba mengakhiri nyawanya sendiri, Senin (2/4) malam. Hartono mencoba bunuh diri dengan cara duduk di rel kereta api di Jalan Sumberwuni Lawang.
Upayanya gagal, tapi tangan kanannya putus dan mengalami pendarahan hebat. Dari keterangan yang dihimpun, Hartono mengendarai motor Honda Supra X, W 4793 AM dari rumahnya di Mojokerto ke Malang.
Setelah tiba di Lawang, dia memarkir motor miliknya. Hartono juga meninggalkan sebuah kertas berisi wasiat pesan kematiannya. Setelah menaruh pesan tersebut di atas motor, bapak satu anak itu, duduk-duduk di pinggir rel kereta api.
Tak lama, sebuah kereta api lewat dan hendak menghantam Hartono. Hanya saja, Hartono tidak sampai tertabrak. Namun, tangannya diduga terhantam kereta api yang melaju cepat. Dia ditemukan warga sekitar sekitar pukul 20.15.
Warga melihat Hartono hanya bisa duduk linglung sembari memegangi tangan kanannya yang hampir putus. Kondisi lukanya pun parah dan darah berceceran. Warga yang menemukan tulisan kematiannya, dibuat geleng-geleng kepala.
"Tolong jasad saya diserahkan kepolisian jangan dimakamkan di bumi, nanti akan ada musibah besar yang akan datang, akan ada kelahiran beranak-anakan, akan ada gunung meletus. Saya Suhartono, jelmaan Raja Sanjaya Baginda Raja Mojopahit,” tulisnya.
Dalam surat itu, dia juga memohon kepada petugas kepolisian agar mengantar motornya ke alamat yang dicantumkan lewat KTP miliknya. Dalam wasiatnya, dia juga meminta istrinya untuk membesarkan putrinya.
Setelah ditemukan polisi dan warga, akhirnya Hartono dilarikan ke RSSA Malang. Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Hadi Puspita mengatakan, korban diduga mengalami gangguan jiwa sehingga nekat melakukan percobaan bunuh diri. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...