Ibu 50 Tahun Bekuk Pencuri

 
MALANG – Aksi heroik dilakukan Herlimah, warga Jalan Agus Salim, Kelurahan Sisir, Kota Batu, kemarin. Wanita berusia 50 tahun ini, berhasil menaklukkan seorang pelaku kejahatan, yang berniat merampok rumahnya.  Tidak hanya itu saja, pelaku juga berusaha membunuh korban dengan pisau terhunus yang sudah disiapkan dari rumah kosnya.
Sekalipun harus mengalami luka tusuk di leher dan luka bacok pada bagian ibu jari tangannya, tetapi Herlimah mampu membela diri. Pelaku yang diketahui bernama Firman Abid Fathkur, 24 tahun inipun, berhasil dilumpuhkannya. 
Selanjutnya pelaku yang tercatat sebagai mahasiswa salah satu PTS di Malang ini, langsung diserahkan ke Polsek Dau. 
"Kasusnya adalah percobaan pencurian dengan kekerasan (curas). Saat ini masih kami periksa dan kasusnya sedang kami dalami," terang Kanitreskrim Polsek Dau, Iptu Purnomo. 
Aksi percobaan pencurian dengan kekerasan ini, terjadi kemarin siang sekitar pukul 11.30, di tempat usaha pegadaian korban di Jalan Tirto Utomo, Desa Landungsari, Kecamatan Dau. Ceritanya, sekitar tiga hari lalu tersangka Firman ini datang ke tempat pegadaian korban. 
Kemudian ia menggadaikan laptop yang diakui miliknya sekitar Rp 2 juta. Kemarin siang, tersangka datang lagi ke pegadaian dan bertemu dengan korban. Tujuannya tersangka ingin mengambil laptop yang telah digadaikannya. 
Tetapi saat mau mengambil, tersangka tidak memiliki uang untuk menebus. Oleh korban pun dijawab tidak bisa diambil tanpa ada uang. Selanjutnya korban berdiam diri di depan pegadaian, sembari bermain game di handphone. 
Tersangka menunggu waktu yang pas, untuk melakukan pencurian. Tak lama kemudian, korban masuk ke dalam rumah korban. Saat itulah, tersangka mengikuti dari belakang tanpa sepengetahuan korban. 
Firman yang mengaku warga Kecamatan Diwek, Jombang dan kos di wilayah Landungsari, Dau ini, menuju ke lantai dua. Ia bersembunyi di dalam kamar dekat ruang dapur. Niatannya adalah untuk mencuri di dalam tempat usaha korban. 
Ketika bersembunyi ini, korban yang kebetulan naik ke lantai dua mengetahui. Korban langsung menegur tersangka. Merasa ketahuan, tersangka langsung kalap. Ia lalu menghampiri korban dan menikam leher dengan pisau yang dibawa dari tempat kos. 
"Untung luka tusukan tidak parah, karena hanya mengenai leher samping saja," tutur mantan Kanitreskrim Polsek Turen ini. 
Korban yang merasa diserang langsung berontak. Dengan sekuat tenaga, melawan tersangka, sembari berteriak minta tolong. Mereka bergelut hingga pisau itu kembali melukai ibu jari tangan korban. 
Warga sekitar yang mendengar, langsung berdatangan. Selanjutnya beramai-ramai menangkap tersangka. Sebagian warga lainnya melaporkan ke Polsek Dau. Setelah babak belur, tersangka langsung diserahkan ke polisi. 
Dari pemeriksaan, diketahui bahwa tersangka mengaku kalau laptop yang digadaikan adalah hasil curian. Ia mencuri laptop itu di tempat kos temannya di wilayah Lowokwaru, Kota Malang. 
"Aksi pencurian itu ternyata ketahuan. Kemudian oleh temannya diminta mengembalikan dengan diberi waktu sehari. Jika tidak, diancam akan dilaporkan sama orangtuanya. Dari situlah, tersangka mengaku nekat dan gelap mata," jelasnya. (agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...