Tiap Hari Main Bersama

 
MALANG -  Tidak satupun orang menyangka jika Ramisya Bazigha (Sasa), bocah 8 tahun ini tewas akibat diterkam anjing peliharaan orang tua angkatnya sendiri. Apalagi warga sendiri tahu, jika Sasa panggilan akrab Ramisyah cukup akrab dengan anjing jenis Bully Klasik yang belakangan diketahui bernama Sapi ini. 
”Kami juga heran. Kami sering melihat Sasa (panggilan Ramisya) main dengan anjingnya itu,’’ kata Rohman salah satu warga.
Memang Rohman mengatakan, si anjing tersebut tidak langsung akrab dengan orang lain. Jika bertamu ke rumah Dian, si anjing ini beberapa kali akan menggonggong. Tapi demikian, dia juga tidak pernah menyakiti orang yang lewat. Terlebih kesehariannya si Sapi juga selalu dirantai. 
Sementara Yoga, saudara Dian pun mengatakan yang sama. Selama ini si Sapi tidak pernah berulah. Dia juga jinak.
”Tiap hari Sasa main dengan dia. Malah dia juga yang sering memberi makan,’’ ucap Yoga. Ditemui Malang Post di depan rumah Jalan Candi Penataran no 10 RT02 RW03, Kelurahan Mojolangu, mata Yoga masih sembab. Ya, dia sama sekali tidak menyangka jika anak angkat sepupunya itu meninggal dunia begitu cepat dengan sangat tragis.
”Anaknya itu lucu mbak, dan menurut,’’ katanya dengan mimik sedih.
Yoga sendiri mengatakan kali terakhir bertemu dengan Sasa sekitar tiga hari lalu. Dia terlihat sangat ceria. Tidak ada kesedihan tampak di wajahnya. ”Makanya waktu tadi dapat telepon saya kaget dan langsung ke sini,’’ tambahnya. 
Ramisya Bazigha, tewas mengenaskan setelah diterkam anjing Bully Clasic peliharaan orang tua angkatnya, Dian Nugroho Adi. Warga Jalan Candi Penataran 10, RT02 RW03 Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru. Korban mengalami luka cabik di leher dan wajah. Bahkan, tenggorokan bocah kelas 2 SDN Blimbing 3 ini terputus akibat terkaman anjing jenis Bully Clasic.(ira/lim) 

Berita Lainnya :