Puting Beliung Terjang Wagir

 
MALANG - Ancaman bencana alam masih menghantui wilayah Kabupaten Malang. Kemarin petang, puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Wagir. Dampaknya beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setyono, membenarkan. Namun berapa kepastian jumlah rumah warga yang terdampak, masih dilakukan pendataan. 
"Masih kami assesment dan kami data. Sudah ada tim dari BPBD Kabupaten Malang, yang ke lokasi untuk melakukan pendataan," ungkap Bagyo Setyono.
Data sementara, menurut Bagyo, angin puting beliung menerjang dua desa. Yakni Dusun Kenongo, Desa Sumbersuko dan Desa Sumberpang. Di Dusun Kenongo, Desa Sumbersuko, sementara terdata ada dua rumah yang mengalami kerusakan. 
Yakni rumah Ratib, atap ruang tamunya yang rusak. Dan rumah Sahri, bagian dapur rumahnya yang rusak.
"Tidak ada korban jiwa atau luka. Puting beliung itu hanya menyebabkan kerusakan rumah dan tanah longsor. Untuk tanah longsor ini, susulan yang sebelumnya," jelasnya.
Sedangkan untuk Desa Sumberpang, laporan sementara masih belum ada data kerusakan rumah. Angin puting beliung hanya menumbangkan beberapa pohon.
"Tetapi tidak sampai menimpa rumah warga," katanya. 
Dikatakannya, angin puting beliung ini terjadi sekitar pukul 16.30. Kejadiannya saat hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Wagir. Angin puting beliung yang datang dari arah timur, langsung menyapu rumah warga sekitar.
"Sekecil apapun bencana yang terjadi tetap kami lakukan pendataan. Untuk kerugiannya kami masih belum bisa memprediksi, karena tim masih terus melakukan pendataan," tuturnya. 
Terpisah, Kanitreskrim Polsek Wagir, Iptu Anwari Sidik, mengatakan bahwa Polsek Wagir masih melakukan pendataan. Belum diketahui pasti jumlah rumah warga yang terdampak akibat bencana alam puting beliung tersebut.
"Untuk sementara laporan yang kami terima baru di Desa Sumbersuko. Untuk di Desa Sumberpang, masih belum tahu dan saat ini (semalam, red) anggota masih mengecek ke lokasi," papar Anwari Sidik.(agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...