Pria Bunuh Diri Tabrak KA

 
MALANG – Seorang pria paruh baya, atas nama M Yasin 62 tahun warga Jalan Sidodadi RT 34 RW 06 Kebonagung, tewas mengenaskan di pinggir rel kereta api, sekitar pukul 15.50 WIB sore kemarin. Dalam kecelakaan tersebut, kepala korban mengalami pendarahan parah. 
Yasin membunuh dirinya sendiri, dengan menabrakkan kepalanya ke arah kereta api Penataran jurusan Blitar Surabaya yang melintas di rel kawasan Kebonagung. Dari keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 15.30 WIB, Yasin sudah tampak duduk-duduk di sebuah pos di dekat rel kereta api kawasan Kebonagung.Seiring berjalannya waktu, kondisi lokasi semakin sepi sehingga korban bisa berjalan mendekat ke arah rel kereta api. Sekitar pukul 15.50 WIB, sebuah kereta api melintas dari arah selatan ke utara.
Tak diduga-duga, Yasin yang mengenakan sarung dan memakai kaos, langsung menghantamkan kepalanya kepada kereta api yang lewat. Sontak saja, Yasin langsung terpelanting. Kejadian ini membuat kendaraan angkutan massal itu berhenti. Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) pun turun ke TKP.
Saat mendatangi lokasi, Polsuska memastikan korban sudah meninggal. Dia meninggal dengan pendarahan parah di bagian kepala. Polsuska langsung mengirim laporan ke Polsek Pakisaji dan langsung ditanggapi. Kapolsek Pakisaji, AKP Novian Widyantoro membenarkan tentang kejadian ini. 
“Polsek Pakisaji mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan, dan memastikan korban meninggal seketika setelah tabrakan dengan kereta api. Jenazahnya dievakuasi ke KM RSSA Malang,” sambung Novian.
Dari keterangan yang dihimpun, upaya bunuh diri Yasin sebenarnya sudah pernah dilakukan beberapa waktu lalu. Saat itu, Yasin pun hendak menabrakkan diri kepada kereta api yang lewat. Namun, karena ada warga yang melintas, Yasin pun dipegangi sehingga aksi bunuh dirinya tidak berhasil.
Kali ini, aksi bunuh diri Yasin terjadi. Diduga, Yasin berupaya mengakhiri hidupnya berulang kali karena permasalahan rumah tangga yang dialaminya. Setelah mengalami perpecahan rumah tangga, dia tak lagi diakui oleh keluarganya. Korban juga dikenal keras kepala dan menolak dinasehati oleh anggota keluarga.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :