Dituntut Satu Tahun karena Ingin Meneruskan Kuliah

 
MALANG - PWA, 21, mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Malang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan bayi di kamar kosnya, dituntut hukuman penjara 1 tahun. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Malang, Tyas Prabhawati SH, dalam sidang tuntutan di PN Malang, kemarin, menuntut PWA hukuman dengan beberapa pertimbangan.
“Pertama karena dia korban pemerkosaan, kedua karena anaknya masih kuliah dan dia ingin sekali melanjutkan kuliah dia,” papar Tyas saat dikonfirmasi usai sidang. 
Ia melanjutkan pertimbangan iba kepada PWA menjadi alasan utama. Menurut Tyas, tuntutan satu tahun penjara dinyatakan sudah cukup untuk PWA merenungkan apa yang telah ia perbuat. Ia pun berkata bahwa terdakwa masih memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan studinya.
“Anaknya ya sebenarnya pintar dan berprestasi. Jadi satu tahun tuntutan kami,” tandas Tyas. 
PWA dikenakan Pasal 342 KUHP tentang pembunuhan bayi oleh ibunya sendiri. Ia menambahkan, sidang putusan pengadilan nantinya akan dijadwalkan pada tanggal 16 Agustus mendatang. Karena terdakwa tidak menyatakan akan melakukan upaya hukum lain, maka minggu depan akan dilanjutkan sidang putusan. 
Sementara itu, PWA terlihat menunduk dan tidak memberikan satu patah kata apapun. Ia yang mengenakan jilbab berwarna hitam selama sidang berlangsung hanya tertunduk menerima segala keputusan sidang. Saat dituntut selama 1 tahun pun mimik wajah yang dipancarkan datar. 
Seperti diberitakan, PWA, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Malang Kota. Mahasiswi UB yang juga ibu korban ditetapkan sebagai tersangka setalah polisi mengantongi bukti kuat atas ditemukannya jasad bayi yang ada didalam tas plastik yang diletakkan di dalam tas ransel ditutup jas hujan di bawah tempat tidur kamar kos miliknya di Jalan Sumbersari, Kota Malang. (ica/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :