Gudang Mebel Ludes Terbakar

 
MALANG – Kepulan asap hitam terlihat jelas dari pertigaan Wates, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, kemarin pagi.  Warga sekitar maupun pengendaran yang melintas di kawasan menuju arah Poncokusumo itu pun gempar. 
Asap membumbung tinggi ini ternyata berasal dari sebuah gudang mebel yang mengalami kebakaran hebat. Api dan asap hitam mengepul dari gudang yang berisi gabus kayu dan kardus ini. 
Masyarakat setempat dibantu Polsek Poncokusumo, serta petugas pemadam kebakaran mendatangi lokasi untuk berjibaku memadamkan kobaran si jago merah.
Gudang ini diketahui milik Bambang, 55 tahun yang juga menjadi pengusaha mebel kayu. Sekitar pukul 06.30 WIB, gudang tersebut tiba-tiba mengeluarkan asap. Api sedikit demi sedikit menjalar ke barang-barang dalam gudang. Sesaat kemudian, api membesar dan menciptakan asap hitam yang mengepul ke langit. Kontan saja, warga sekitar kejadian langsung menghubungi pihak Polsek Poncokusumo dan pemadam kebakaran.
Api cepat membesar serta menjadikan kayu, kardus dan gabus sebagai bahan bakar. Selama kurang lebih satu jam, warga memakai air seadanya untuk memadamkan api yang menjilat-jilat ke luar gudang. 
“Pak Kapolsek dan anggota turun untuk membantu pemadaman,” kata Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Ridianto saat dikonfirmasi Malang Post. 
Menurut Andik, masyarakat dan Muspika butuh waktu kurang lebih satu jam untuk memadamkan api.
“Kita butuh waktu kurang lebih satu jam untuk memadamkan api. Kita memadamkan bersama warga,” kata Andik. 
Setelah api padam dan petugas damkar melakukan pembasahan, Polsek Poncokusumo langsung melakukan olah TKP. Dari pemeriksaan di lapangan dan keterangan saksi-saksi, polisi menduga ada permasalahan pada jaringan kelistrikan.
“Dugaan kuat, api berasal dari korsleting listrik yang mengenai bahan mudah terbakar. Apalagi di dalam gudang adalah kayu mebel jualan dari korban yang menjadi pemilik,” tambahnya. 
Setelah melakukan olah TKP dan pembasahan dilakukan, seluruh petugas meninggalkan lokasi kebakaran.
Polisi membawa barang bukti berupa bekas kabel serta stop kontak yang sudah terbakar. Menurut Andik, estimasi kerugian awal dari kebakaran ini mencapai Rp 50 juta. Karena, kayu-kayu yang terbakar sudah dalam bentuk mebel yang siap jual.(fin/jon)

Berita Lainnya :