Gugat cerai di HUT Pernikahan


KISAH percintaan Amel, 38, warga Kota Batu sungguh pahit. Setelah MBA alias Married by Accident dengan Ronald, 43, pada Februari 1998, anak pertama mereka lahir pada Mei 1998. 20  tahun kemudian, Amel pun melayangkan gugatan cerai terhadap Ronald.
Bertepatan dengan ulang tahun pernikahan mereka. Pahit karena Amel yang seorang guru di sekolah swasta Kota Batu harus menanggung beban seorang istri yang mengasuh dua anak. Sementara, pada awal masa pernikahan, Ronald hanya seorang buruh serabutan.
Tentu saja, kisah percintaan mereka sempat ditentang oleh orangtua Amel gara-gara Ronald yang menganggur. Hanya, Amel tergoda menelan buah duniawi dan mengandung anak pertamanya dari Ronald.
Mau tak mau, orangtua Amel pun merelakan putrinya dinikahi pria mokong. Selama menjalani masa awal pernikahan, Amel bahkan memberi jalan bagi Ronald untuk mendapatkan pekerjaan di sebuah apotik di Kota Batu.
Namun, ternyata nafkah yang harusnya diberikan oleh Ronald, tak diberikan kepada Amel. Pertengkaran pun terjadi. Bahkan, selama adu mulut, Ronald tidak segan menjadikan istrinya sendiri sansak hidup. Demi anak-anaknya, Amel berupaya bertahan.
Sehingga setelah lima tahun menikah, Amel memutuskan untuk membeli rumah secara kredit. Tapi, bukannya membaik, rumah tangga Amel dan Ronald kian goyah. Ronald semakin jahat dan kejam terhadap istrinya.
Pukulan dan kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Bahkan, setelah memukul dan memaki, pria edan ini juga berani memakai alkitab untuk menyumpah istrinya agar menuruti semua kemauan istrinya.
Puncak problem yang membuat Amel memutuskan cerai, terjadi pada Juni 2017, saat Ronald mengamuk karena Amel tidak mematikan panggilan handphone dari anak pertama. Ronald mengancam Amel dengan senjata tajam, serta memukul wajah, tangan dan paha wanita tersebut.
Amel pun minggat dari rumah, dan meminta tolong kepada keluarganya. Februari 2018 lalu, gugatan dikirimkan ke PN Malang. “Menyatakan perkawinan penggugat dan tergugat putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya,” tutur hakim di sidang PN Malang. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...