Utang Menumpuk, Nekat Nyemplung Sumur


MALANG - Akibat depresi dan sakit berkepanjangan, Suciati, 53, warga Desa Sukodono, RT01 RW01 Tirtoyudo mencoba mengakhiri nyawanya sendiri. Dini hari kemarin, Suciati menceburkan dirinya ke dalam sumur di dekat rumahnya.
Tetangga korban baru memergoki kejadian tersebut. Dari keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 02.30, Sudiono, 60, tetangga korban hendak menuju kamar mandi di belakang rumah. Saat menuju kamar mandi, Sudiono melihat tutup sumur telah terbuka.
Awalnya, saksi takut karena mengira ada maling yang kecemplung sumur. Dia akhirnya membangunkan Lamijan, 56 , dan bersama-sama keduanya melihat ke dasar sumur. Di dalam dasar sumur dengan kedalaman kurang lebih 20 meter itu, mereka melihat ada seseorang yang masih bergerak-gerak.
Meski tak mengeluarkan suara, kedua saksi meyakini orang itu masih hidup. Akhirnya, keduanya melapor ke pihak desa, dan diteruskan ke Polsek Tirtoyudo. Bersama tim SAR Kabupaten Malang, Polsek Tirtoyudo yang mendatangi lokasi.
Seorang petugas SAR, turun ke dasar sumur dan membebatkan tali kepada tubuh korban. Setelah itu, petugas dan warga yang ada di atas, langsung menarik korban beserta petugas SAR di bawah dasar sumur. Saat ditarik, korban sudah dalam keadaan lemas.
Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Tirtoyudo. Menurut Kapolsek Tirtoyudo, AKP Suyoto, hasil keterangan saksi menyebut Suciati adalah seorang janda. Karena terbelit masalah ekonomi dan memiliki utang di bank, Suciati akhirnya jatuh sakit.
Suciati sendiri tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk membayar utangnya di bank. Rasa putus asa itu yang menyebabkan korban depresi. Tanggungan hidupnya kian berat setelah dia divonis sakit darah tinggi.
Tak kuat menanggung beban hidup inilah, Suciati akhirnya nekat mencoba menghabisi nyawanya sendiri. “Dari keterangan saksi, korban mengalami sakit stroke ringan sejak satu tahun yang lalu,” papar Suyoto. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :