Mayat Tumpang Gegerkan Warga


MALANG - Penemuan mayat di kebun tebu Jalan Raya Tulusayu Tumpang menggegerkan masyarakat desa. Sore kemarin, ratusan orang menggerumbul di lokasi karena penasaran dengan kondisi mayat korban.
Polsek Tumpang yang tiba di lokasi setelah menerima laporan warga, memasang police line untuk mengamankan TKP. Jenazah diketahui bernama Kartono, 55, warga Desa Duwet RT 21 RW 04 Kecamatan Tumpang.
Kapolsek Tumpang, AKP Yusuf Suryadi mengatakan saksi pertama penemu mayat adalah warga pejalan kaki. “Saksi sedang berjalan kaki di sekitar TKP. Jarak antara jalan aspal dan TKP ladang tebunya sekitar 10 meter, sehingga saksi bisa melihat ada orang terlentang,” katanya.
Sekitar pukul 14.30, saksi bernama Kasian, warga Tulusbesar mendatangi korban, dan terkaget melihat kondisi jenazah yang sudah tampak kaku. Dia akhirnya mendatangi kantor Polsek Tumpang untuk melaporkan temuannya.
Tak lama, Polsek Tumpang datang ke lokasi, didampingi tim Inafis Polres Malang. Polisi langsung memasang garis pembatas. Petugas Inafis memulai proses identifikasi serta mengambil barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
Menurut keterangan sementara, Yusuf menyebut tubuh korban sudah terbujur kaku saat ditemukan oleh petugas. Jemarinya pun membiru. Saat ditemukan, posisi tubuhnya terlentang dengan kedua tangan di samping kepala.
“Dari keterangan sementara petugas medis yang datang bersama kami, korban sudah meninggal selama lebih dari 24 jam. Tidak ada luka fisik yang terlihat saat jenazah korban ditemukan petugas,” ungkapnya.
Petugas inafis yang mendatangi lokasi, mengamankan beberapa barang bukti, seperti topi, satu botol air mineral, sandal dan baju yang dipakai korban. Ponsel milik korban juga diamankan sebagai barang bukti untuk bahan penyelidikan.
Hasil penelusuran awal Polsek Tumpang, Kartono sudah dua hari tidak pulang ke rumahnya. Kali terakhir ditemui keluarganya, adalah saat Kartono pamit berangkat ke Pasar Tumpang, hari Kamis lalu sekitar pukul 11.00.
“Pengakuan keluarga, korban kali terakhir terlihat adalah jam 11 siang saat pamit berangkat ke pasar, karena mengaku ingin membeli barang jualan. Korban kesehariannya adalah pedagang pracangan di depan rumah,” sambung Yusuf.
“Kami masih menyelidiki kasus ini, dan jenazah yang dikirim ke KM RSSA Malang, atas seizin pihak keluarga, dilakukan visum untuk mengetahui penyebab kematian korban. Menurut keluarga, korban memiliki riwayat sakit darah tinggi,” tutup Yusuf. (fin/mar)
 

Berita Lainnya :