Modus Bisnis Gula, Tipu Polisi Rp 20 Juta


 
MALANG – Aksi Sugeng Purwadi 51 tahun warga desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang memang tergolong nekat. Sebagai penipu, dia tak memilih target orang biasa. Pria yang beralamat kontrakan di Jalan Sidomukti II Desa Wandanpuro Bululawang itu, berani menipu anggota Lantas Bululawang.
Dengan modus berbisnis gula, Purwadi menggondol uang Rp 20 juta. Unit Reskri Polsek Bululawang berhasil mengungkap kasus ini, dan memasukkan Purwadi ke dalam tahanan untuk penyidikan.
“Pelaku disangka melakukan tindak pidana penggelapan uang senilai Rp 20 juta, dengan modus kerjasama bisnis gula natura,” kata Iptu Roni Margas.
Dia memaparkan, penangkapan terhadap Purwadi, berawal dari pertemuannya dengan korban yang juga anggota polisi Sugeng Hermanto 51 tahun warga Talangagung, Kepanjen. Pertemuan itu terjadi di kantor Pos Lantas Bululawang tempat Sugeng berdinas.
Purwadi datang, lalu menawarkan bisnis gula natura. Semua modal harus berasal dari korban Sugeng.
“Pelaku menjanjikan keuntungan akan dibagi dua setiap sebulan sekali, terhitung sejak uang modal sebesar Rp 20 juta diserahkan,” kata Roni. 
Akhirnya, pada 16 Juli 2017 korban Sugeng menyerahkan uang itu kepada pelaku. Purwadi bahkan memberikan kuitansi dan berjanji akan memakai uang tersebut untuk belanja gula natura.
Hanya saja, setelah satu bulan, janji pelaku untuk membagi keuntungan 50 : 50 tiap bulan tak terpenuhi. Akibatnya, Sugeng meminta uang miliknya dikembalikan. Ternyata, Purwadi memakai uang dari petugas Lantas ini untuk keperluan lain, bukan untuk membeli gula natura. Dengan janji-janji, Purwadi mengklaim bisa mengembalikan uang tersebut pada 4 September 2017.
Tapi, begitu tiba tanggal yang telah ditentukan, pelaku memakai berbagai macam alasan untuk menghindari penagihan dari korban. Bahkan, Purwadi mulai menghindar. Dia semakin sulit ditemui. Purwadi juga kian sukar dihubungi. Akibat ulahnya inilah, Sugeng akhirnya melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Bululawang.
“Unit Reskrim membekuk pelaku di kontrakannya. Dia dibawa ke Polsek Bululawang untuk menjalani penyidikan lanjutan. Pelaku dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara,” tutup Roni.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...