Saat Masih Aktif, Terjerat Narkoba

 
MALANG - Ulah dari pecatan polisi Arif Widodo, 45 tahun dalam merampas motor milik siswi MTS N Kepanjen Belva Canda Gatari 16 tahun, ternyata sudah pernah dilakukan sebelumnya. Bahkan, Arif melakukan aksi pencurian dengan kekerasan ini, saat masih aktif sebagai anggota polisi.
“Dia pernah melakukan tindak kejahatan yang sama, yakni pencurian dengan kekerasan, saat masih berdinas di Polresta Sidoarjo,” kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung. 
Sebelum dipecat dan dipenjara, Karyani yang pernah bertugas di Polwil Taman Surabaya, sudah tergolong sebagai polisi yang bermasalah dengan hukum. Pada 2009, dia pernah menyalahgunakan wewenang dengan cara meminta imbalan dalam penanganan perkara saat menjadi polisi narkoba di Polres Sidoarjo.
Tahun 2010, dia terlibat kasus KDRT, dan diputus pidana 4 bulan dengan masa percobaan 6 bulan. Setelah hukuman ini, dia desersi. Tahun 2013, Sipropam memutuskan Arif disersi dan akan dipecat secara tidak hormat oleh Polri.
Tahun 2015, dia terlibat dalam tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polsek Tarik. Dia tertangkap dan disidang PN Sidoarjo dengan putusan 3 tahun penjara. Setelah dipecat, Arif menjalani hukumannya di penjara.
Begitu keluar dari penjara, Arif bukannya bertobat namun malah mengulangi perbuatannya. Kapolres menegaskan masyarakat saat ini sudah cerdas dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu.
“Masyarakat sudah bijak, tahu mana yang benar dan yang salah di media sosial. Jangan karena problem ini, nanti ketika ada pemeriksaan polisi sungguhan, masyarakat menolak. Jangan seperti itu. Aturan lalu lintas tetap ditegakkan,” papar Ujung.
Menurut perwira dengan pangkat dua melati emas di pundaknya ini, aksi polisi gadungan itu akan ditindaklanjuti dengan serius untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Ujung mengatakan, masyarakat dipersilakan untuk melapor bila mendapati kejadian yang sama.
Karena, ulah pelaku seperti Arif, bisa menodai nama institusi Polri. Ujung mengaku baru kali pertama menangani kasus adanya desersi atau pecatan polisi yang berani melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan seperti yang dilakukan Arif.
“Rasanya saya baru pertama kali menangani kasus curas tapi dilakukan pecatan polisi seperti ini,” tutup Ujung.(fin/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...