Mantan Polisi Jadi Begal

 
MALANG – Aksi berani dilakukan siswi MTSN Kepanjen, Belva Canda Gatari, 16 tahun, kemarin pagi.  Berkat kecurigaanya, Polres Malang berhasil mengungkap kasus perampasan motor yang dilakukan pecatan polisi. Yakni, Arif Widodo, 45 tahun yang mengenakan seragam polisi berpangkat Aipda serta berjaket. 
Menurut keterangan yang dihimpun, Arif menghentikan Belva untuk melakukan pengecekan surat-surat kendaraan Honda Beat N 2947 NO. 
“Keterangan awal, modus pelaku adalah menakut-nakuti korban dengan pura-pura tanya kelengkapan surat,” kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung kepada wartawan di Polres Malang kemarin.
Gilanya, polisi gadungan ini memaksa meminta sepeda tersebut tepat di halaman sekolah tempat korban belajar. Dengan dalih akan membawa motor tersebut ke kantor polisi, pelaku memaksa menaiki motor ini, dan memaksa Belva untuk ikut dibonceng di belakang.
“Korban tahu kalau ada pelanggaran lalin sepeda motor, harusnya ditegur dan ditilang, bukan dibawa ke kantor polisi. Apalagi korban juga tahu statusnya sebagai siswa yang harus ke sekolah. Tidak seharusnya pak polisi memaksa membawa motor ke kantor polisi. Keanehan inilah yang dicium oleh korban,” kata Ujung.
Setelah berkendara kurang lebih dua kilometer, korban yang sangat curiga, akhirnya berteriak-teriak tolong saat melihat ada salah satu gurunya yang berpapasan dengan pelaku. Warga sekitar pun merespon terhadap teriakan korban. Masyarakat mengejar pecatan polisi tersebut. Polisi palsu sepertinya terkaget.
Sepeda motor yang dikendarai pelaku berhenti di Dusun Bangsri, Jalan Adi Santoso, Desa Ardi Mulyo Kepanjen. Korban diselamatkan warga, sementara oknum polisi palsu berupaya melarikan diri dari kepungan warga. Dia bahkan terjatuh ke sawah. Namun, kemarahan warga memuncak karena korbannya adalah seorang pelajar tingkat SMP.
Oknum gadungan itu pun menjadi sasaran amuk massa. Bogem mentah melayang dari kiri dan kanan. Sang oknum yang arogan saat merampas motor siswi MTS, tersungkur di sawah sambil memohon ampun kepada warga.Namun, dia masih diinjak-injak sebelum akhirnya seorang petugas polisi asli, dari Satlantas Polres Malang melintas dan mengamankan pelaku. Dengan terpincang-pincang, tersangka dibawa ke Unit II Satreskrim Polres Malang untuk menjalani pemeriksaan. 
“Saat ini masih pengembangan, karena masih ada satu tersangka lagi yang diduga berpakaian polisi juga, masih melarikan diri. Pelaku terancam pasal 363 KUHP tentang curat hukuman 7 tahun dan bisa saja memenuhi 368 KUHP tentang curas hukuman 9 tahun,” tutup Ujung.(fin/jon/mar)
 

Berita Lainnya :

loading...