Ibu dan Anak Terbakar di Sawah


MALANG POST - Polisi memastikan kasus terbakarnya ibu dan anak di Desa Pondok Wuluh, Leces, Probolinggo merupakan upaya bunuh diri. Kasus itu berlatar belakang depresi karena masalah ekonomi.
Sholeha (35) dan anaknya, Faris (17 bulan) ditemukan dalam kondisi terbakar di areal persawahan dekat kebun jagung tak jauh dari rumahnya pada Senin (9/4) lalu. Yang menemukan mereka adalah Siham, suami Sholeha.
"Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti yang kami temukan, kasus ini merupakan upaya bunuh diri yang dilakukan ibu sambil mengajak anaknya," ujar Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto, Selasa (10/4) kemarin.
Riyanto mengatakan sebelum membakar diri dan anaknya, Sholeha diketahui sempat cekcok dengan suaminya. Yang dicekcok kan diduga adalah masalah ekonomi. Pada senin pagi sekitar pukul 05.30 WIB, Sholeha membeli dua botol bensin di tetangganya.
"Saat ditanya tetangganya, dia (Sholeha) beralasan 2 botol bensin itu untuk motornya," kata Riyanto.
Tanpa diketahui seorang pun, Sholeha membakar dirinya dan anaknya dengan bensin yang ia beli. Ia melakukannya di sebuah sawah di dekat ladang jagung yang berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya. Tak ada yang mengetahui kejadian itu hingga suami Sholeha, Siham, mendengar tangisan suara bayi di dekat rumahnya.
Selain mendengar tangisan bayi, Siham juga melihat kepulan asap dari sumber suara tersebut. Siham langsung menuju ke arah kepulan asap itu. Betapa terkejutnya Siham saat melihat badan istri dan anaknya terbakar. Dia segera berusaha memadamkannya.
"Jadi suaminya menghampiri dan menolong istri bersama anaknya yang tubuhnya sedang terbakar," ujarnya.
Dari kejadian itu, Faris meninggal saat dirawat. Anak bungsu dari tiga bersaudara itu mengalami luka bakar hingga 95%. Sementara Sholeha mengalmi luka bakar hingga 80% dan segera dirujuk kr RSU dr Soetomo.
"Untuk Sholeha masih belum bisa dimintai keterangan karena masih kritis," ujarnya. (dtc/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...