Polres Makota Panen Tersangka Narkoba


MALANG - Satreskoba Polres Malang Kota (Makota) panen tersangka narkoba, dari hasil operasi yang dilakukan selama bulan Maret, lalu. Kali pertama meringkus tersangka berinisial AP, 56, warga Desa Randuagung, Singosari di kawasan Jalan Basuki Rahmat Malang.
Ketika diringkus polisi, pelaku kedapatan membawa ganja dan juga sabu KBO Satreskoba Polres Makota, Ipda Bambang Heryanta mengatakan, pelaku diringkus di kamar kos pelaku. Ketika dilakukan penggeledahan, di sakunya ada beberapa paket sabu seberat 0,7 gram.
“Selain itu, juga ditemukan ganja seberat 5,91 gram,” terang dia. Bambang menerangkan, paket sabu yang dibawa oleh pelaku tersebut merupakan titipan dari salah seorang temannya, yakni SF yang saat ini masih DPO.
“Sementara untuk ganja, ia dapatkan dari pelaku lain yang juga berhasil kami ringkus, yakni DSH, 40 warga Jalan Bandulan Gang 8,” jelas dia. Ketika kepolisian menangkap DSH, yakni pada keesokan harinya, ia kedapatan memiliki ganja seberat 1,03 gram.
Data polisi, keduanya merupakan residivis narkotika yang juga pernah menjalani hukuman di hotel prodeo. Dalam bulan yang sama, polisi juga menangkap IW, 47, warga Jalan Sutorejo Utara, Surabaya dan EBA, 47, warga Dusun Krajan Barat, Pakiskembar, Pakis.
Keduanya berhasil ditangkap polisi dengan sistem ranjau.  Salah satu pelaku mengaku mendapat barang haram berupa sabu-sabu tersebut dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lowokwaru. “IW memiliki rumah di kawasan Pakiskembar, Pakis,” ucapnya.  
‘Pelaku berhasil kami ringkus di parkiran salah satu hotel yang terletak di Jalan Letjen S Parman Malang,” terang Bambang. Ketika ditangkap dan melakukan penggeledahan, polisi menemukan dua klip sabu dengan berat 1,09 gram lengkap dengan pipetnya.
Setelah dilakukan proses penyidikan, ternyata barang tersebut diperoleh seseorang pelaku lain berinisial EBA. Bambang menjelaskan, ketika ditangkap, pada saku celana pelaku didapat 11 paket sabu seberat 4,69 gram, 2 paket ganja seberat 15,48 gram dan biji ganja seberat 5,17 gram dan uang sebesar Rp 1,4 juta.
“Uang tersebut merupakan milik IW, untuk pembelian sabu seberat 1,09 gram tadi,” tegas dia. Menurut pengakuan pelaku EBA, ia mendapatkan barang haram tersebut dari jaringan yang ada di dalam LP Lowokwaru dengan harga Rp 1 juta per gram.
“Mereka belinya menggunakan transfer. Pengiriman barang dengan sistem ranjau di kawasan Singosari. Laba per gram nya Rp 400.000,” lanjut dia. Keduanya juga pernah meringkuk di balik jeruji besi dengan kasus yang sama.
Sementara itu, Bambang menambahkan, pihaknya juga berhasil meringkus MF, 27, warga Jalan Kebalen Wetan karena memiliki sabu severat 1,25 gram. “Setelah dilakukan penyelidikan, MF ternyata disuruh oleh FK, 31, warga Perum Graha Asri, Malang. (tea/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :