Gara-gara Bunga Turi, Main Bogem

 
MALANG – Tak terima bunga turi di pinggir jalan diambil oleh orang, Marthin Atapary 34 tahun asal Ambon yang tinggal di Simpang Dirgantara Lawang, melakukan pemukulan. Akibatnya, Marthin dilaporkan ke Polsek Lawang dan diamankan oleh petugas Unit Reskrim.
Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada akhir Maret 2018 lalu. Silastri warga Perum Malang Anggun Sejahtera, Desa Sumberporong mengambil bunga turi di jalan lingkungan. Dia berencana membuat sayur pecel untuk makanan di rumah. Saat mengambil bunga turi ini, dia dimarah-marahi serta ditegur oleh Marthin.
Sulastri akhirnya mengadu kepada korban Arya Bima Putra Efendi 38 tahun. Korban langsung mendatangi tempat Sulastri mengambil bunga turi. Dia ingin mengklarifikasi bahwa bunga turi tersebut berada di tempat umum atau jalan lingkungan sehingga tidak perlu ada teguran dan aksi marah-marah dari pelaku.
Namun, bukannya permasalahan selesai, pelaku dan korban terlibat dalam adu mulut. Pelaku bahkan berteriak dengan nada tinggi dan keras di muka pelapor korban. Setelah teriakan itu, pelaku dengan cepat melayangkan pukulan dari arah samping ke dahi kiri korban. Pukulan ini membuat korban terhuyung dan terjatuh.
Pelipisnya pun mengalami pendarahan. Saat terjatuh, korban diinjak-injak serta ditendang oleh pelaku. Tidak terima dengan perlakuan yang dia terima, korban akhirnya melaporkan perkara ini kepada Polsek Lawang. Menurut Kapolsek Lawang, Kompol Gaguk Sulistyo Budi, pemukulan dilakukan dengan tangan kosong tanpa senjata.
“Peristiwa ini diawali dengan kesalahpahaman, ibu-ibu mengambil tanaman turi di depan rumah di pinggir jalan. Korban mau klarifikasi dengan pelaku, lalu ada kejadian pemukulan dengan tangan kosong,” kata Gaguk. 
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka-luka. Hasil visum korban menjadi barang bukti kuat untuk menjerat pelaku. Pria berambut ikal tersebut dijerat pasal 351 (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal di bui 2 tahun 8 bulan. (fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :