Cek-cok, Dibacok di Sawah

 
MALANG – Hanya berawal dari perdebatan soal pohon pisang, seorang petani membacok petani lainnya. Sampiono 51 tahun warga Sumber Mlaten, Kalirejo, Lawang, membacok Sukardi 38 tahun di lahan persawahan di Jalan Sumber Mlaten. Akibatnya, Sukardi mengalami luka di sekujur tubuhnya.
Dari keterangan yang dihimpun, kejadian ini berawal dari kedatangan korban Sukardi di sebuah lahan persawahan yang menjadi aset pemerintah Jawa Timur. Dia hendak mencari kayu bakar di area tersebut. Tidak sengaja, dia bertemu dengan Sampiono yang sedang menebang pohon pisang di area tersebut.
“Tersangka ada di kebun lahan, tanggungjawabnya membersihkan kebun sambil bekerja cabut rumput. Tersangka membawa sabit. Pada saat bersaman ada korban datang ke situ, untuk mengambil kayu bakar. Korban melihat tersangka sedang menebang tanaman pisang,” kata Kapolsek Lawang, Kompol Gaguk Sulistyo Budi.
Menurut korban, tanaman pisang tersebut adalah milik pamannya, sehingga tak boleh ditebang oleh Sampiono. Namun, Sampiono salah paham dalam menanggapi teguran dari korban. Sehingga, dia emosi. Ketika korban melakukan kegiatannya lagi dan mendapatkan satu batang kayu bakar, Sampiono datang.
Dia langsung membacok korban beberapa kali. Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian lengan tangan kanan, jempol kanan, pergelangan tangan, kaki kiri bawah lutut serta betis. 
“Kedua korban ini kenal karena satu kampung, kita kenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan,” jelas Gaguk.
Sementara, tersangka mengatakan bahwa dia hanya membela diri saat terjadi peristiwa pembacokan. Menurutnya, korban mentang-mentang dan marah-marah saat berbicara dengannya soal pohon pisang di lahan tersebut. Setelah itu, terjadi perkelahian antara korban dan pelaku. Korban memakai kayu sedangkan pelaku memakai celurit.
“Saya hanya membela diri, dia marah-marah karena berkata pohon pisang itu tidak seharusnya saya potong,” ujarnya.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :