Kades Saptorenggo Dikirim ke Kejari Kepanjen

 
MALANG - Kasus pungutan liar (Pungli), Kepala Desa Saptorenggo, Pakis, Bambang Roni Hermawan, memasuki babak baru. Kemarin, berkas perkaranya dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, oleh penyidik Satreskrim Polres Malang. 
"Kemarin, berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejari Kepanjen. Hari ini tersangka dan berkasnya langsung kami limpahkan untuk tahap dua," terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda. 
Selain berkas perkara Bambang Roni Hermawan, penyidik juga melimpahkan berkas perkara Kaur Umum Desa Saptorenggo, Pakis, Muhammad Zaini. Berkas perkara Muhammad Zaini, juga sudah dinyatakan P21 atau sempurna. 
Bambang dan Zaini, diamankan bersamaan ketika terjaring operasi tangkap tangan (OTT), oleh Tim Saber Pungli Polres Malang. "Berkas keduanya ini sepaket, sehingga kami limpahkan bersamaan," jelas Adrian. 
Diberitakan sebelumnya, Kamis 14 Desember 2017 malam, Tim Saber Pungli Polres Malang melakukan operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Muhamad Zaeni. Ketika ditangkap, dia baru saja menerima uang sebesar Rp 16 juta dari Sugeng, warga Dusun Bulurejo, Desa Saptorenggo, Pakis.
Ketika diinterogasi, Zaeni mengaku kalau uang tersebut akan diserahkan kepada Kades Saptorenggo, Bambang. Sebagai biaya administrasi proses pembuatan akta pembagian dua bidang tanah waris.  Untuk memastikan kebenarannya, pukul 19.15, Zaeni lantas diminta untuk menghubungi Bambang. 
Hasil percakapan itu, menyatakan bahwa Zaeni memang disuruh oleh Bambang. Tim Saber Pungli pun bergerak menuju rumah Bambang di Jalan Bugis untuk menangkapnya. Namun dalam perkembangan pemeriksaan, saat itu Bambang dipulangkan dan hanya diwajibkan lapor. 
Ia hanya sebagai saksi, sedangkan Muhammad Zaeni dijadikan tersangka. Namun sebulan kemudian, pada 11 Januari 2018, Bambang ikut dijadikan tersangka setelah terbukti ikut melakukan Pungli. Bahkan saat itu juga, dia langsung dijebloskan ke dalam tahanan Polres Malang. (agp/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...