Wanita Produsen Trobas Disikat Pasal Berlapis

 
MALANG – Polres Malang tak mau Amini, 53, warga Dusun Sumberpelus, Desa Sindurejo, Gedangan, lepas dari jeratan hukum. Wanita yang tertangkap karena memproduksi ratusan liter minuman keras ilegal jenis trobas ini, dikenakan pasal berlapis oleh penyidik Polres Malang. 
Yakni pasal 204 KUHP, pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 140 UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung memaparkan, produksi minuman keras tanpa izin atau ilegal, memiliki banyak dampak yang membahayakan orang lain. 
“Karena itu kita kenakan beberapa pasal sekaligus, ada dugaan pelanggaran KUHP, UU Pangan sekaligus UU Perlindungan Konsumen,” kata Ujung kepada wartawan.
Menurut Ujung, proses produksi home industry ilegal milik Amini, menghasilkan produk yang berpotensi membahayakan konsumen. Dia memaparkan, trobas yang dihasilkan oleh industri ilegal milik Amini, adalah metanol. Zat kimia berbahaya ini, lahir dari proses peragian selama 20 hari lalu disuling dan dijual seharga Rp 22 ribu per liter.
“Seperti kita ketahui, minuman keras berizin terdiri dari tiga golongan, yakni A, B dan C. Kadar yang diukur yaitu etanol. Sedangkan, produksi rumahan seperti ini, minumannya mengandung etanol. Keamanan produk ilegal dan tanpa izin seperti ini tidak bisa diukur dengan tepat,” ungkap Ujung.
Jika produk seperti trobas ilegal ini beredar luas di masyarakat, potensi menyebabkan berbagai jenis komplikasi juga tak terhindarkan. Ujung mengatakan, trobas dengan kadar metanol hingga 95 persen bisa menyebabkan kebutaan bahkan meninggal dunia. 
Dia mengatakan, semua potensi komplikasi terhadap konsumen inilah yang menyebabkan Amini terjerat pasal berlapis.
“Selain melakukan tindakan hukum, kita kerahkan Bhabinkamtibmas untuk mengimbau warga bahwa miras tanpa izin,” katanya. 
“Miras sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Industri rumahan seperti ini harus ada izin, karena izin inilah yang menjadi alat kontrol, minuman itu bahaya atau tidak,” tambah Ujung.
Sebelumnya, Amini memproduksi ratusan liter minuman keras jenis trobas di kawasan Gedangan.  Saat digerebek, Amini sempat melarikan diri sebelum akhirnya tertangkap lagi. (fin/jon/mar)

Berita Lainnya :