Empat Budak Sabu Meringkuk di Bui

 
MALANG – Empat budak sabu digelandang ke Polres Malang oleh tim Satresnarkoba. Empat pengguna tersebut kedapatan membawa narkotika jenis sabu. Mereka ditangkap di tiga daerah yakni Kecamatan Dampit, Turen dan Pakis Kabupaten Malang. Total barang bukti yang disita dari para pemakai ini adalah 4,03 gram.
Muchlis, 36, warga Dukuh Sumberayu, Desa Pamotan, Dampit, ditangkap di rumahnya karena kedapatan membawa 0,25 gram sabu. Dia juga membawa dua buah korek api gas dan satu tas warna hitam. Sementara, tetangga kampungnya Syahroni Santoso, 37, warga Dukuh Ubalan, Desa Pamotan, Dampit, diciduk di rumahnya dengan sabu yang lebih banyak.
Yakni, 5 poket sabu dalam plastik klip transparan seberat 2,93 gram. Tak hanya itu, 4 potongan sedotan plastik, 3 pipet kaca, seperangkat alat hisap sabu, satu kantong plastik hitam, satu bungkus rokok serta satu hape merek Samsung, ikut tersita saat penggerebekan terhadap Syahroni di Ubalan.
Sulistiyono alias Tuwek, 32, warga Desa Codo, Turen dan Jalan KH Wahid Hasyim, Desa Sananrejo, Turen, ditangkap di sebuah pos kaming di desa Sananrejo. Dia tak berkutik saat tertangkap karena polisi menemukan satu pipet kaca berisi sabu, satu sekrop plastik dari sedotan dan seperangkat alat isap sabu.
Barang bukti lain seperti satu plastik klip transparan, satu kertas grenjeng dan satu hape Samsung diamankan oleh polisi. Terakhir, Subakri alias Erik, 39, warga Desa Sumberpasir, Pakis, digelandang di sebuah rumah di desanya. Pria tamatan SMA ini tertangkap saat membawa dua paket sabu di dalam plastik transparan seberat 0,85 gram.
Dia pun membawa satu timbangan elektrik, dua alat hisap sabu serta dua pipet kaca. Satu buah sekrop dari sedotan, satu kotak kecil hijau serta satu hape merek Samsung diduga sebagai alat transaksi, disita dari tersangka. Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menegaskan, penangkapan terhadap para pelaku, tak lepas dari peran serta masyarakat.
“Pelaku yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu, dikenakan pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” tutur Ujung. (fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...