Putus Asa Sakit Parah, Gantung Diri


 
MALANG – Diduga putus asa karena menderita penyakit fatal, AH, 37 tahun warga Lawang menghabisi nyawanya sendiri dengan gantung diri. Dia ditemukan dalam kondisi leher terjerat tali sepatu yang diikatkan di antara penyangga jemuran. AH tewas di Rumah Singgah, Jalan Madyorenggo, Talok, Turen.
Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Hari Eko Utomo mendampingi Kapolsek Turen Kompol Adi Sunarto, menyebut peristiwa terjadi pada Jumat (13/4).
“Sekitar pukul 07.15, kita menerima laporan adanya seorang pria yang ditemukan tewas dalam kondisi leher tergantung diantara penyangga jemuran di Talok,” kata Hari kepada wartawan kemarin.
Menindaklanjuti laporan ini, seluruh perwira Polsek Turen turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan lokasi. Korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa. Kedua kakinya menggantung. Sedangkan, tali sepatu berwarna hitam sepanjang kurang lebih 1 meter, terikat pada lehernya.
Tri Nurhadisasono 36 tahun,  yang kali pertama menemukan Aris sudah dalam kondisi tergantung. Selain menjalani terapi pengobatan medis, korban juga mendapatkan pembinaan mental spiritual.
Hanya saja, proses rehabilitasi korban tidak bisa terpantau 24 jam. Jumat pagi lalu, Tri Nurhadisasono hendak mengirimkan makanan pagi untuk korban
“Saksi tidak bisa masuk karena ternyata rumah ini terkunci dari dalam. Saksi lalu mengintip dari ventilasi pintu, dan melihat korban sudah dalam posisi tergantung di penyangga jemuran. Saksi langsung lapor ke ketua RT dan diteruskan ke Polsek Turen,” sambungnya.
Berdasarkan pemeriksaan saksi dan olah TKP, korban yang diduga meninggal bunuh diri, nekat menghabisi nyawanya sendiri karena rasa putus asa akibat penyakit. 
“Dari sekujur tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain,” tutupnya.
Jenazah korban dilarikan ke RSSA Malang untuk menjalani visum, sembari menunggu pihak keluarga korban untuk pemakaman. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :