Awalnya Menggoda, Ternyata Pelit


MALANG – KISAH cinta antara Amel, 38, dan Ronald, 43, memang seperti drama televisi. Keduanya adalah warga Malang yang merantau sebagai tenaga kerja di negeri orang. Keduanya merasakan emosi senasib sepenanggungan karena sama-sama anak rantau.
Keduanya lalu menjalin cinta di negeri jiran Malaysia. Jika dijadikan skrip sinetron, maka mungkin kisah Amel dan Ronald akan menjadi drama televisi yang mendayu-dayu. Karena, ujung dari pernikahan di Selangor Malaysia, adalah perceraian yang pahit dan menyayat hati.
Hanya saja, sebuah ungkapan bijaksana bahwa penyesalan selalu ada di akhir, dirasakan sendiri oleh Amel. Dia baru tahu bahwa pada akhirnya, pria yang dinikahinya pada Oktober 2000 lalu, telah memberinya rumah tangga yang mengerikan.
Saat masih pendekatan, Amel merasa bahwa Ronald adalah pria yang murah hati dan perhatian kepadanya. Hanya saja, begitu keduanya terikat dalam pernikahan, Amel dipukul oleh kenyataan pahit. Ronald ternyata sangat pelit kepada keluarga.
Untuk kebutuhan rumah tangganya, Ronald sangat sulit memberikan nafkah. Bahkan, ketika Amel sudah dikaruniai dua anak, Ronald tak pernah memberikan kewajibannya sebagai seorang suami dan kepala keluarga di dalam rumah tangganya.
Ronald lebih suka mengeluarkan uangnya untuk berfoya-foya bersama teman-temannya. Setelah dua tahun menikah, Ronald yang memiliki attitude tidak baik, dibenci dan dipecat oleh majikannya di Malaysia.
Akibatnya, Amel yang harus membanting tulang untuk menghidupi keluarga ini. Amel dibantu oleh ayahnya yang sudah pensiun. Dalam kehidupan yang pas-pasan, Ronald akhirnya meninggalkan Amel, memilih menghindari kewajibannya berrumah tangga.
Karena hal inilah, Amel akhirnya memilih untuk pulang ke Kota Malang, dan menghidup kedua anak dari pernikahan dengan Ronald. Dalam pertengkaran terakhir, Ronald menyebut bahwa dua anak tersebut, adalah anak-anak dari ibunya, bukan anaknya. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...