Sesal Nikahi Duda Kikir

 
Amel 59 tahun, janda anak dua berupaya mencari kehidupan percintaan yang bahagia, sejak ditinggal mati oleh suami pertamanya. Ronald, 64 tahun, duda anak tiga, tiba-tiba datang dalam kehidupan Amel dan memberi harapan untuk menghabiskan hari tua dengan kebahagiaan sebelum ajal menjemput.
Hanya saja, kebahagiaan itu hanyalah bayangan semu di dalam pikiran Amel. Karena, duda yang dikiranya sudah dewasa dan mampu menjalankan biduk rumah tangga, ternyata hanyalah pria tua yang pelit dan tak mau bertanggungjawab. Amel dinikahi oleh Ronald pada Desember 2015 di hadapan KUA Kecamatan Batu.
Setelah menikah, keduanya memutuskan tinggal di sebuah rumah kontrak. Hanya saja, Ronald hanya bisa datang satu minggu sekali, yakni hari Sabtu dan Minggu. Awalnya, Amel tak mempermasalahkan hal ini. Namun, setelah keduanya terikat dalam pernikahan, Ronald mulai menunjukkan sifat kikirnya.
Nafkah untuk kehidupan sehari-hari Amel tidak dipenuhi oleh Ronald. Dengan alasan Amel sudah bekerja sebagai penata rambut, Ronald enggan mengeluarkan koceknya untuk istri. Parahnya lagi, Ronald juga tak memberikan uang untuk membayar kontrakan rumah yang ditinggali oleh Amel.
Bagi Amel, pertengkaran rumah tangga, awalnya adalah ujian untuk keluarga yang harmonis dan bahagia. Namun, hari demi hari, pernikahannya dengan Ronald tidak seperti yang dibayangkannya di awal masa pacaran. Amel pun sering mengeluarkan uangnya sendiri, tapi Ronald tak peka.
Sehingga, pertengkaran semakin sering terjadi di antara keduanya. Puncaknya, pada awal tahun 2016, Ronald minggat dari rumah kontrakan. Dia tak pernah lagi mendatangi istrinya dan hilang entah ke mana.
Amel yang tak tahan dengan situasi yang menyedihkan ini, akhirnya mengajukan gugatan cerai ke PN Malang. Hakim ketua majelis M Fatkur Rohman SH MH, mengabulkan permintaan cerai dari Amel.
“Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya dengan tanpa hadirnya tergugat atau verstek. Menyatakan perkawinan penggugat dan tergugat putus karena perceraian, dengan segala akibat hukumnya,” kata hakim.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...