Menantu Gelapkan Motor Mertua


MALANG – Seorang menantu tega mengibuli mertuanya sendiri. Muhammad Muhin alias Sulthon Ali Syabana 32 tahun warga Jalan Raya Sudimoro Desa Bakalan RT 14 RW 04 Bululawang, diciduk Polsek Bululawang karena mencuri BPKB, serta menggelapkan sepeda motor mertuanya Rosidi 58 tahun warga RT 01 RW 04 Bakalan Bululawang.
Dia ditangkap Polsek Bululawang pekan ini. Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa penggelapan tersebut terjadi sekitar dua bulan lalu. Pada awal bulan Maret 2018, Muhin menemui mertuanya dengan maksud meminjam sepeda motor. Karena Muhin adalah anak menantunya, Rosidi pun meminjamkan motor matic miliknya.
Yakni, Honda Vario nopol N 3007 EQ, yang platnya diganti menjadi N 5197 DN. Muhin yang dua kali kawin cerai, beralasan meminjam motor tersebut untuk bekerja.
Kanit Reskrim Polsek Bululawang, Iptu Roni Margas menyebut pelaku meminjam motor tersebut selama dua bulan lebih.
“Setelah dua bulan, korban akhirnya meminta motor itu kembali kepada pelaku. Namun, dengan alasan motor masih di bengkel, pelaku tidak mengembalikan motor yang dipinjam ini,” kata Roni kepada wartawan kemarin.
Saat mertuanya menagih sepeda motor, Muhin beralasan bahwa motor itu sedang berada di bengkel. Ternyata, setelah diusut, Muhin tidak lagi menguasai kendaraan tersebut. Dari keterangan setelah penangkapan terhadap pelaku, motor milik sang mertua, digadaikan dengan harga Rp 3,5 juta.
Tak hanya itu, pelaku ternyata juga sudah mencuri BPKB dari kendaraan yang sudah digadaikan tersebut.
Setelah mencuri BPKB dari dalam lemari Rosidi, Muhin langsung menggadaikan surat tersebut seharga Rp 3,5 juta. Akibatnya, sang mertua yang sudah tak tahan dengan ulah Muhin, akhirnya melaporkan peristiwa ini kepada Polsek Bululawang pada 13 April 2018 lalu. Sehari kemudian, pada 14 April 2018, Unit Reskrim Polsek Bululawang gabungan tim buser, langsung bergerak.
Tim kepolisian melakukan penangkapan terhadap pelaku di kediamannya di Jalan Raya Sudimoro Bakalan. Saat penangkapan, Muhin sendiri masih berstatus suami dari anak perempuan korban Rosidi. Bahkan, istrinya juga masih mengandung 7 bulan. Muhin kesehariannya bekerja di bidang pengecoran bangunan.
Sekarang dia sedang mengendap di bui untuk menjalani proses penyidikan polisi.“Pelaku dikenakan tiga pasal sekaligus, yakni tentang pencurian 362 KUHP, 372,378 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan. Saat ini, proses penyidikan sedang berlangsung,” tutup Roni.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :