Berteduh di Bawah Pohon, Tewas Kesambar Petir

 
MALANG - Peristiwa yang terjadi di Kebun Teh Blok II, Dusun Wonosari, Desa Toyomarto, Singosari, Selasa (17/4) sore bisa menjadi pelajaran. Jangan berteduh di bawah pohon ketika hujan deras yang disertai petir. Jika tidak bisa bernasib tragis seperti yang menimpa Suliyono, warga Jalan KH. Yusuf, Malang. 
Pria berusia 35 tahun ini, meregang nyawa setelah kesambar petir. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara teman wanitanya, Sulistyowati, 28, pegawai honorer Pemkab Malang, warga Desa Tamanharjo, Singosari selamat dari maut. Ia hanya pingsan saja ketika petir menyambar. 
"Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, kematian korban murni karena tersambar petir, tidak ada kejanggalan lain," ujar Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono.
Diperoleh keterangan, korban Suliyono dan Sulistyowati, datang ke kebun teh sekitar pukul 14.00. Tujuannya hanya untuk sekadar jalan-jalan.
Mereka berdua datang dengan berboncengan sepeda motor Honda Mega Pro N 2019 AAU. Tiba di lokasi, mereka langsung duduk di tempat penampungan air tak jauh dari TKP. Tak lama ketika duduk itu, hujan turun deras. 
Tidak ingin basah kuyub, keduanya berteduh di bawah pohon Mahoni yang bertuliskan 332/598. Ketika sedang berteduh itu, ada petir yang menyambar pohon Mahoni, kemudian merambat ke bawah lalu menyambar tubuh korban. 
Karena tegangan petir itu, Suliyono langsung tersungkur dan tewas seketika. Sedangkan Sulistyowati, yang kaget langsung pingsan. Sekitar pukul 15.00, melintas Supardianto dan istrinya, Rosida, warga Desa Wonorejo, Lawang. Keduanya melihat tubuh Suliyono terkapar tak bernyawa. 
Sedangkan Sulistyowati, yang tersadar dari pingsan menangis histeris di sebelahnya. Mengetahui hal itu, kedua saksi lantas memberitahukan ke petugas kebun teh. Selanjutnya melaporkan kejadian itu ke petugas Polsek Singosari. Polisi yang mendapat laporan segera datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. 
“Kemudian korban kami evakuasi ke RSUD Lawang untuk dimintakan visum. Termasuk temannya Sulistyowati juga kami mintakan perawatan,” jelas mantan KBO Reskrim Polres Malang. (agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...