Usai Geger dengan Arief, KPK Periksa Subur


MALANG - Usai geger dalam persidangan terdakwa Moh Arief Wicaksono dua hari lalu. Anggota DPRD Kota Malang Subur Triono menjalani pemeriksaan kembali ke Jakarta di Gedung KPK. Tidak hanya Subur, Mantan Sekda Kota Malang Tahun 2015 Cipto Wiyono juga turut dipanggil.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan agenda pemeriksaan dua pejabat Kota Malang tersebut kemarin saat dikonfirmasi. Ia menjabarkan jika Rabu (18/4), penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi dan tersangka. Di antaranya, Cipto Wiyono Sekretaris Daerah Kota Malang tahun 2015 dan Subur Triono Anggota DPRD Kota Malang.
“Keduanya dimintai keterangan sebagai saksi terhadap tersangka MA (Mochamad Anton,red),” paparnya.
Sebelumnya Wali Kota Malang nonaktif H. Moch Anton ditetapkan sebagai tersangka oada Rabu 21 Maret 2018 lalu. Karena diduga memberi hadiah atau janji dalam Pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015.
Selain Wali Kota Malang, Mantan Ketua DPRD Kota Malang Moh Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Malang Jarot Edy Sulistiyono sudah menjadi terdakwa lebih dulu satu tahun sebelumnya.
Dalam beberapa fakta persidangan baik persidangan saksi terhadap Jarot dan Arief, nama Subur sendiri beberapa kali muncul sebagai salah satu anggota DPRD Kota Malang yang menerima uang dengan istilah “pokir” yang akhirnya menjerat masuk 18 anggota dewan lainnya dalam tahanan KPK belum lama ini.
Tidak hanya itu, menurut fakta persidangan dalam agenda pemeriksaan saksi terhadap terdakwa Moh Arief Wicaksono pada Selasa (17/4) lalu, Subur sempat disebut mengistruksikan Arief untuk meminta uang kepada Direktur Utama PT ENK Hendarwan Maruszama yang saat ini juga sudah berstatus terdakwa.
Hal ini terungkap ketika Kuasa Hukum Arief mempertanyakan hal tersebut. Di mana Subur tidak dapat memberikan keterangan gamblang dan jelas untuk membantah tuduhan tersebut.
Sementara itu Mantan Sekda Kota Malang Cipto Wiyono pun memiliki jejak pemeriksaan dengan jumlah yang tidak sedikit. Dalam beberapa fakta persidangan terhadap terdakwa Arief Wicaksono dan Jarot Edy nama Cipto terus muncul.
Salah satunya dalam persidangan pemeriksaan saksi terhadap Arief Wicaksono Selasa lalu. Dimana JPU memperdengarkan rekaman antara Arief Wicaksono dan Suprapto (anggota DPRD Kota Malang yang juga menjadi tahanan KPK).
“Saya ditelepon Sekda Cipto saat itu. Katanya ada temen dewan komplain ke dia kenapa pembagian uang tidak sama rata. Sekda (Cipto,red) bilang ke saya untuk menanyakan ke Pak Ketua (Arief,red) kenapa uang tidak dibagi rata,” ungkap Suprapto saat bersaksi dalam persidangan.
Nama Cipto pun terus disebut dalam persidangan pemeriksaan saksi baik terhadap terdakwa Arief Wicaksono maupun Jarot Edy. Dimana Cipto disebut sebagai pengatur pembagian uang pokir kepada anggota DPRD Kota Malang. Setelah mendapatkannya dari terdakwa Hendarwan Maruszama.
Fakta tersebut terungkap dalam pengakuan salah satu saksi bernama Eryk Armando Talla yang didatangkan sebagai saksi dalam sidang saksi terhadap terdakwa Arief Wicaksono belum lama ini.
Meski begitu tidak hanya Subur dan Cipto saja yang dipanggil KPK untuk dilakukan pemeriksaan kemarin. Terdapat empat orang Anggota DPRD Kota Malang lainnya yang menjalani pemeriksaan.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan jika empat anggota dewan yang dijadwalkan diperiksa tersebut adalah Salamet, Suprapto, Mohan Katelu dan Syaiful Rusdi. Keempatnya sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tahanan KPK.
“Pemeriksaan lanjutan Salamet dan Suprapto Anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka,” ungkapnya.
Sedangkan Mohan Katelu dan Syaiful Rusdi diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka Rahayu Sugiarti yang menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Malang. Sementara itu KPK juga memperpanjang masa penahanan Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton pada Selasa (17/4) lalu. Perpanjangan penahanan untuk 40 hari mulai 18 April sampai 27 Mei 2018. Hal ini dilakukan KPK dikarenakan penyidik KPK masih melakukan penyidikan mendalam pada tersangka. (ica/ary)

Berita Lainnya :