Gagal Dapat Gono Gini

 
AMEL, 28, warga Lowokwaru mungkin tak pernah menyangka, pria idaman yang dinikahinya Ronald, 33, warga Dau, ternyata hanyalah seorang pria ringan tangan. Sudah dipukul dan disakiti, Amel pun digugat cerai oleh Ronald di PN Malang. 
Amel tidak terima dengan semua perlakuan Ronald selama pernikahan. Sehingga, saat dia dipanggil untuk menjalani sidang perceraian, Amel melayangkan gugatan balik, demi memenangkan hak gono-gini harta pernikahan. 
Dalam berkas gugatan yang dilayangkan Ronald, Amel dinikahi pada Juni 2015 di hadapan gereja. Mereka lalu hidup bersama di sebuah perumahan di kawasan Dau. Mereka belum dikaruniai anak. Romansa dan asmara pernikahan keduanya, hanya bertahan selama tiga bulan. 
Setelah itu, pertengkaran hebat sering terjadi. Ronald mengklaim Amel tidak menurut sebagai istri. Amel juga diklaim tidak menghormati Ronald sebagai suami dan kepala keluarga. Amel pun dituduh sering menghina kondisi keuangan keluarga Ronald, dan akhirnya meminta cerai saat bertengkar. 
Dalam persidangan, Ronald juga menyebut puncak pertengkaran terjadi pada tahun 2016, saat Amel akhirnya diklaim minggat dari rumah Dau dan pulang ke rumah orangtuanya di Lowokwaru. Namun, dalam persidangan, Amel membantah semua pernyataan Ronald. 
Menurut Amel, Ronald adalah suami yang ringan tangan. Dia mengaku pernah dipukul dan didorong dengan keras oleh Ronald hingga membentur meja. Selain itu, Amel juga sering tidak diperbolehkan masuk, sepulang dari mengunjungi orangtua Amel yang sakit.
Amel tidak terima dengan tuntutan Ronald untuk menguasai semua harta benda di rumah. Karena, selama pernikahan Amel tak pernah dinafkahi secara lahir oleh Ronald. Selain itu, dia juga turut serta membayar uang angsuran dan uang muka pembelian rumah di Dau. Sehingga, Amel merasa rumah tersebut masih menjadi haknya. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :