LBH Dampingi Aremania Tuntut Investigasi Ricuh Stadion

 
MALANG - Banyak pihak yang menyesalkan kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Insiden di ujung laga Arema FC dan Persib Bandung itu menjadi perhatian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Peradi Rumah Bersama Advokat (RBH) Malang.
Kemarin sore, kantor LBH itu di Jalan Kawi 29 Malang kedatangan tamu sejumlah perwakilan Aremania. Mereka berkeluh kesah terkait insiden yang menelan korban jiwa itu.Aremania berharap tuntutan ini mendapat respon serius.
Tim pendampingan pun dibentuk untuk membantu Aremania menyelesaikan persoalan ini. Pelindung LBH Peradi RBA Malang, Yayan Riyanto SH MH, menegaskan, Aremania adalah bagian yang tidak tergantikan dan terpisahkan dalam perjalanan kesuksesan Arema FC. 
“Aremania senantiasa setia  menemani Arema FC di masa lalu dan di masa yang akan datang. Sehingga Manajemen Arema FC harus memberikan perhatian dan kontribusi positif dalam penyelesaian permasalahan untuk Aremania pasca rusuh,” urainya.
Ketua DPC Peradi Malang ini juga menyebut bahwa Aremania, sebagai penonton sepakbola,  resmi membeli tiket sehingga memiliki hak untuk memperoleh perlindungan keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan pertandingan di stadion.
“Panitia pelaksana wajib membuat rencana pengamanan (security plan) dibuat berdasarkan FIFA Safety Guidelines dan juga regulasi baru Liga 1 LIB dan PSSI,” serunya. Selain itu, pihaknya juga mengecam tindakan kepolisian dan steward. 
“Steward dinilai bertindak arogan dalam mengamankan situasi. Terlebih, kepolisian sampai melakukan penembakan gas air mata di tribun selatan sehingga menimbulkan korban luka,” tambah Ketua LBH Peradi RBA MALANG, Aditya Kusuma Praja, SH. 
“Karena itu, kami mendesak pihak panitia pelaksana dan kepolisian bertanggungjawab penuh dan melakukan klarifikasi terbuka dan investigasi kejadian tersebut. Insiden ini tidak boleh terjadi lagi di kemudian hari,” tegasnya mewakili advokat lainnya.
“Kami mengecam tindakan kepolisian dan steward dalam penembakan gas air mata di tribun selatan. Kami mendesak mereka bertanggungjawab penuh dan melakukan klarifikasi terbuka dan investigasi kejadian tersebut,” pungkas keduanya. (mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :