Beban Hidup Tinggi, Joni Bunuh Diri


 
MALANG - Tekanan hidup yang berat memaksa Joni Sriatmojo, 36, untuk mencabut nyawanya sendiri. Kamis (19/4) pagi, Joni menggantung lehernya di antara tiang pancang permainan flying fox di kawasan Dusun Ngijo, Desa Ngijo Karangploso. Dia memakai tali rafia biru sepanjang tiga meter untuk menjerat lehernya.
Dari keterangan yang dihimpun, Joni mengalami permasalahan utang piutang.
“Dari informasi saksi, korban memiliki banyak permasalahan utang dengan orang lain. Dia juga sering menggadaikan barangnya. Hal ini diduga membuatnya tertekan dan stres,” kata Kanit Reskrim Karangploso, Aiptu Engkos Kosasih.
Tak hanya urusan utang, korban juga mengalami masalah hukum. Dia dilaporkan oleh seseorang ke Polsek Karangploso atas dugaan kasus perusakan pasal 406 KUHP. Semua problem ini, diduga mendorong Joni untuk melilitkan tali rafia tersebut ke lehernya, dan mengakhiri kehidupannya.
Kepala Desa Ngijo, Achmad Misom mengatakan Joni adalah seorang pekerja serabutan yang tak memiliki pekerjaan tetap.
“Korban jarang pulang ke rumah. Dia memiliki satu istri dan dua anak. Anaknya masih kelas 1 dan 4 SD,” tambahnya.
Tubuh Joni sendiri diketahui kali pertama oleh Sukadi, mertuanya sendiri. Sekitar pukul 05.30, Sukadi hendak menuju sungai. Dari jauh, dia melihat ada sesosok orang yang memakai topi, mirip dengan topi menantunya Joni. 
Sukadi melihat sosok itu seperti berdiri di antara tiang permainan. Benar saja, Sukadi terkaget melihat ternyata sosok itu adalah menantunya. Saat ditemukan, Joni memakai baju putih dengan celana doreng serta topi hitam. Melihat kejadian ini, Sukadi menghubungi kepala Desa Ngijo. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...